Lapas Kelas IIB Banjar Paparkan Capaian Kinerja 2025, dan 15 Program Aksi Kemenimipas Tahun 2026


Lapas Kelas IIB Banjar Paparkan Capaian Kinerja 2025, dan 15 Program Aksi Kemenimipas Tahun 2026

Acara di Lapas Kelas II Banjar 
BANJAR I KEJORANEWS.COM : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjar memaparkan capaian kinerja dan berbagai program pembinaan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025. 


Paparan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Banjar, Tutut Prasetyo. Acara berlangsung di Aula Lapas Kelas IIB Banjar, Jawa Barat. Senin (5/1/2026).


Kegiatan ini merupakan bentuk transparansi publik dan penyampaian informasi terkait hasil kinerja serta prestasi yang telah dicapai sepanjang periode 2025.


Selain menyampaikan hasil Kinerja. Lapas banjar juga melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan memberikan bantuan sembako bagi lansia yang merupakan masyarakat sekitar lapas.


Kepala lapas Kelas IIB Banjar, Tutut Prasetyo menyampaikan bahwa selama 2025 Lapas Banjar telah melaksanakan sejumlah program integrasi bagi warga binaan. Di antaranya pemberian pembebasan bersyarat (PB) kepada 129 orang, cuti bersyarat kepada 10 orang, serta cuti menjelang bebas (CMB) yang tercatat nihil. Selain itu, remisi khusus Hari Raya Idulfitri diberikan kepada 331 warga binaan, sementara remisi umum Hari Kemerdekaan 17 Agustus diberikan kepada 409 orang.


“Seluruh layanan dasar tetap kami laksanakan secara optimal, mulai dari pembinaan kepribadian, pembinaan kemandirian, layanan kesehatan, pemeliharaan keamanan dan ketertiban, hingga pelaksanaan kegiatan kerja,” ujar Tutut.


Dalam upaya meningkatkan kemandirian warga binaan, Lapas Banjar juga mengembangkan berbagai pelatihan kerja yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Sepanjang 2025, terdapat empat jenis pelatihan yang digelar, yakni pelatihan pengelasan, peternakan ayam petelur, barista, serta hidroponik.

Kalapas saat berikan bantuan 


“Masing-masing pelatihan diikuti sekitar 32 orang. Secara keseluruhan, sebanyak 208 warga binaan telah mengikuti pelatihan kerja bersertifikat selama tahun 2025. Sertifikat tersebut ditandatangani oleh lapas dan pihak pelatih, termasuk dari Dinas Pertanian dan Peternakan,” jelasnya.


Di bidang layanan kesehatan, Tutut mengungkapkan bahwa Lapas Banjar berhasil menghadirkan klinik paripurna pertama pada tahun 2025. Bahkan, klinik tersebut meraih peringkat kedua se-Jawa Barat dalam penilaian pengelolaan klinik pemasyarakatan.


“Kami memang menghadapi keterbatasan, termasuk kehilangan dokter kami, almarhum dr. Widri. Namun berkat perjuangan beliau dan kerja keras seluruh jajaran, klinik paripurna ini bisa terwujud,” katanya.


Ke depan, Lapas Banjar akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengatasi kekurangan tenaga medis. Salah satunya melalui kerja sama dengan puskesmas atau rumah sakit terdekat guna menjadwalkan sambang dokter secara rutin.


Selain itu, Tutut menegaskan komitmen Lapas Banjar dalam mendukung agenda prioritas kementerian yang sejalan dengan program pemerintah pusat. Program tersebut meliputi pemberantasan narkoba dan penipuan di dalam lapas, penanganan overcrowding, kemandirian pangan, pembangunan dapur sehat, pemasaran produk warga binaan, pendidikan kesetaraan, hingga kegiatan bakti sosial.


“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus membenahi Lapas Banjar dan memberikan pelayanan terbaik, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi masyarakat,” pungkasnya.


Dengan capaian-capaian tersebut, Lapas Kelas IIB Banjar menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan publik, pembinaan warga binaan, dan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat


Selanjutnya, dalam mewujudkan arah kebijakan kinerja Tahun 2026 yang selaras dengan 8 Agenda Prioritas Presiden serta 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Banjar, Tutut Prasetyo memberikan penguatan kepada seluruh jajaran pada rapat dinas.


Kegiatan rapat dinas yang dilaksanakan pada Senin, 5 Januari 2026 tersebut diikuti oleh seluruh pejabat struktural, pegawai, serta peserta magang Lapas Banjar sebagai bentuk konsolidasi internal dalam menyatukan persepsi, komitmen, dan langkah strategis pelaksanaan tugas pemasyarakatan ke depan. 


Dalam arahannya, Kalapas Banjar menegaskan bahwa seluruh program dan kegiatan Lapas Banjar pada Tahun 2026 harus sejalan dengan kebijakan nasional dan program prioritas kementerian, guna mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.


" Ia menekankan pentingnya penguatan kinerja yang berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan pemasyarakatan, penguatan pembinaan warga binaan, optimalisasi pengamanan, serta peningkatan integritas dan akuntabilitas aparatur. Seluruh jajaran diharapkan mampu menerjemahkan arah kebijakan tersebut ke dalam rencana kerja dan pelaksanaan tugas sehari-hari secara konkret dan terukur.


Selain itu, Kalapas Banjar juga mengingatkan bahwa pencapaian target kinerja tidak dapat dilepaskan dari disiplin, sinergi, dan komitmen bersama seluruh pegawai dalam mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai pedoman kerja utama di lingkungan pemasyarakatan.


Pada kesempatan tersebut, seluruh pegawai Lapas Banjar mengenakan seragam baru sesuai dengan Peraturan Menteri Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan terbaru. Hal ini menjadi simbol kesiapan dan semangat baru seluruh jajaran dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab pada Tahun 2026.


Melalui rapat dinas dan penguatan ini, Lapas Banjar berkomitmen mewujudkan satuan kerja yang adaptif, berintegritas, dan berkontribusi dalam mendukung agenda pembangunan nasional serta mewujudkan kinerja pemasyarakatan yang selaras dengan 8 Agenda Prioritas Presiden dan 15 Program Aksi Kemenimipas.


" Kami mengapresiasi seluruh kinerja pegawai Lapas Banjar atas prestasi yang diraih Lapas Banjar pada Tahun 2025 sebagai Peringkat 1 Unit Pelaksana Teknis Pengelola Kehumasan Penggunaan Aplikasi Star Aksi Terbaik di Lingkungan Kanwil Ditjenpas Jawa Barat dan Terbaik 2 Unit Pelaksana Teknis Klinik Pratama Paripurna di lingkungan Kanwil Ditjenpas Jawa Barat.


ASEP

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama