Iwan: Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak


Iwan: Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak


BREBES  I  KEJORANEWS.COM : PJ Bupati Brebes Iwanuddin Iskandar mendesak kepada kepada Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes untuk segera melakukan penguatan assessment dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan dan Angka Kematian Bayi yang dilahirkan . Yakni dengan output yang pertama harus menyediakan Instruksi Bupati kepada semua yang melayani kesehatan baik Fasilitas Kesehatan milik pemerintah BLUD maupun swasta. 


“Untuk mengintervensi berkaitan dengan tingginya AKI dan AKB yang ada di Kabupaten Brebes data juga harus diketahui lebih awal. Marilah kita semangat beribadah menangani kesulitan-kesulitan yang ada di Brebes," kata Iwanuddin pada Pertemuan Coffee Morning Kesehatan Ibu dan Anak tingkat Kab Brebes di Pendopo Bupati Brebes, Senin, (25/2/2024).


Iwanuddin berterimakasih kepada Kepala Dinkes Provinsi Jawa Tengah Yunita Dyah Suminar SKM MSc MSi atas atensinya memberikan assesmentnya kepada Jajaran Dinkes Brebes. Sehingga mengetahui bagaimana Langkah-langkah selanjutnya untuk dilakukan. 


Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Brebes Inneke Sulistyowati M Kes melaporkan pertemuan Coffee Morning untuk kesehatan ibu dan anak khususnya membahas tentang kematian ibu di Kabupaten Brebes. Menurut Ineke, kasus kematian ibu di Kabupaten Brebes paling tinggi sejak sepuluh tahun terakhir pada saat pandemi 2021 di Kabupaten Brebes tercatat ada 105 kasus kematian ibu,  45 diantaranya karena Covid. Tahun 2022 menurun menjadi 50 kasus namun di 2023 naik jadi 54 kasus. Hal ini menjadi dasar untuk evaluasi sejauh mana yang sudah kita lakukan.


Kepala Dinkes Provinsi Jawa Tengah Yunita Dyah Suminar SKM MSc MSi dalam paparannya mengatakan Kenapa yaa ..? Brebes menjadi kabupaten yang masalah kesehatannya semuanya tidak baik-baik saja termasuk Stunting. Mungkin ini ada hal yang sangat mendasar di Kabupaten Brebes yang harus diperbaiki bersama sama.

"Di Kabupaten Brebes ada 16 rumah sakit tipe C maupun D dan yang hadir 12 direktur rumah sakit atau yang mewakili, objek pertemuan seperti ini seharusnya dilakukan sebulan sekali dengan  teman-teman rumah sakit dan puskesmas," ucap Ninit, panggilan akrabnya.


Ketua  Persatuan Organisasi Ginekologi Indonesia (POGI) dr Ratnasari Dwi Cahyanti MSi Med SPOG mengatakan, di Kabupaten kalau bisa menangani kematian ibu jelas kematian bayinya akan turun. Kematian Ibu turun, yang berikutnya Stunting turun, sistem ini yang berjalan. Untuk itu, peningkatan kwalitas pelayanan harus terus dipegang. 


Coffee morning diikuti pula Komisi E DPRD Provinsi Jateng dr Umar Utoyo, Direktur rumah sakit, kepala puskesmas se Kabupaten Brebes, Ketua organisasi profesi serta undangan lainnya.


(Salam)


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama