Diduga Putra Putri Terbaik Kabupaten Mesuji Gagal Membangun dan Mesejahterahkan Masyarakatnya


Diduga Putra Putri Terbaik Kabupaten Mesuji Gagal Membangun dan Mesejahterahkan Masyarakatnya

Bentuk Jalan Arah Menuju Desa Wiralaga. 

MESUJI I KEJORANEWS.COM: Pada hari Raya Idul Fitri sudah menjadi teradisi seluruh masyarakat Mesuji yang tak tinggal di Desa Wiralaga, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji Lampung untuk Pulang Kampung(Pulkam) guna bersilatuhrahmi ke sanak famili juga ke orang tua bahkan nenek kakek yang perlu untuk di kunjungi paling utama.


Guna saling maaf me maafkan, hal itu yang terpenting bagi adat dan istiadat dari leluhur yang dari dahulu hingga sampai saat ini terus terjadi.


Namum sangat di sayangkan kondisi jalan Garudah Hitam sampai saat ini masih tetap rusak parah sehingga dikeluhkan pengguna jalan, padahal Desa Wiralaga ini adalah Kampung tertua yang mana Kecamatan Mesuji juga ada di Kampung tersebut.


Memang jalan Garudah Hitam tersebut jalan milik Provinsi, juga tanggung jawab Provinsi atas pembangunan jalan tersebut.


Tapi tidak juga namun Pemerintah Kabupaten Mesuji seharusnya membatu dan berusaha untuk mensukseskan jalan tersebut dalam artian harus punya tanggung jawab.


Dikarena Pemerintah Provinsi memang bertanggung jawab tetapi Kabupaten harus mengambil tanggung jawab, "ya setidaknya membantu kelancaran atau menimbun jalan tersebut agar jalan menjadi lancar sehingga perekonomian warga setempat meningkat dan akses jalan tersebut bisa membuat nyaman bagi masyarakat pulang kampung," kata salah satu pengguna jalan tersebut bahkan asli putra pribumi yang enggan disebutkan namanya sebut saja Parmin. 


Perlu digaris bawahi untuk di Pemkab Mesuji, kurang apalagi karena putra putri daerah(orang pribumi) terbaik sudah jadi pemimpin di Kabupaten Mesuji seperti Bupati Mesuji asli orang warga Mesuji yaitu Wiralaga, Wakil Bupati warga Wira juga bahkan sampai Ketua DPRD Mesuji orang Mesuji namun diduga tak berhasil untuk membangun atau menggali potensi untuk mesejahterahkan masyarakatnya, lanjut Parmin, Selasa(3/5/2022).


Bagaimana kalau orang luar alias bukan orang pribumi yang jadi pemimpin Kabupaten Mesuji.!! Diduga putra putri terbaik Kabupaten Mesuji saja gagal membangun atau mensejahterakan masyarakatnya, atau orang pribumi yang memimpin Mesuji saja diduga gagal membangun dan mesejahterahkan masyarakatnya, ucapnya.


Kan hal ini membuat binggung dan sedih bagi pengguna jalan seperti R2 serta R4 bahkan orang asli pribumi(orang suku Mesuji) tak pernah merasakan jalan bagus.


Pasalnya, Desa Wiralaga tempat akan dibangunnya pelabuhan alias Darmaga namun kondisi jalannya sangat miris bahkan sulit untuk dilalui bagi pengguna jalan seperti roda dua dan roda empat.


Memang jalan Garudah Hitam ada yang sudah di cor tapi hanya sedikit saja bahkan terputus putus jalan rigit atau rabat tersebut, terangnya.


Setiap pembangunan di Kabupaten Mesuji diduga berjalan ditempat, bak istilah menghamburkan uang milik Negara dan diduga ajang korupsi. "Ya saya berharap kedepannya siapapun PJ Bupati Mesuji besok ini bahkan Bupati Mesuji untuk 2024 akan datang, semoga saja mampu mensejahterakan serta disejahterahkan, memakmurkan bahkan dimakmurkan dan membawa perubahan infrastruktur lebih baik bahkan meningkatkan perekonomian masyarakat Mesuji," harap Parmin.



(Yusri) 

Lebih baru Lebih lama