PMI Hanyut di Perairan Malaysia: 1 Korban Ditemukan Meninggal, Total 21 MD


PMI Hanyut di Perairan Malaysia: 1 Korban Ditemukan Meninggal, Total 21 MD

PMI Hanyut di Perairan Malaysia: 1 Korban Ditemukan Meninggal, Total 21 MD
Korban Hanyut

KEPRI I KEJORANEWS.COM : Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjung Pinang, Slamet Riyadi menyampaikan perkembangan pencarian korban setelah kapal Speed Boat (SB) di hantam gelombang laut di perairan Malaysia.

"Pada pencarian hari kedua (H2), sekira pukul 14.00 WIB Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjung Pinang melaksanakan koordinasi bersama MRCC Johor Bahru, bahwa 1 orang korban (laki-laki) ditemukan oleh nelayan dalam keadaan Meninggal Dunia (MD) pada TW 1217 08.30 LT," katanya, (17/12).

Dengan ditemukannya korban tersebut, sehingga terjadi perubahan pada data korban, diantaranya:
Selamat : 13 orang  (11 Laki-laki dan 2 Wanita)
MD : 21 Orang (15 Laki-laki dan 6 Wanita)
Dalam Pencarian: 16 Orang.

"Sementara pencarian H2. Sekira pukul 16.30 WIB, dikarenkaan cuaca yang kurang baik Tim SAR Gabungan kembali kepangkalan Posko SAR Gabungan dengan hasil pencarian nihil, akan di lanjutkan pada esok hari," terangnya melalui sambungan telekomunikasi.

Tim SAR Indonesia dan Malaysia
Sebelumnya, pada hari Kamis (16/12), Speed Boat dari Indonesia menuju Malaysia yang membawa 60 orang (WNI) TKI/PMI dilaporkan telah terbalik dan karam di Tanjung Balau, Johor - Malaysia.

Mengantisipasi korban hanyut memasuki wilayah perairan Indonesia, berdasarakan SAR MAP. Tim SAR Gabungan melaksanakan pembuatan Posko di dermaga Tanjung Uban, dengan Jarak 27 NM Radial 306°, di perairan Bintan, Kepri - Indonesia.

Pada pencarian melibatkan, KanSAR Tanjung pinang, MRSC Johor Bahru, TNI, Bakamla Batam, Polair Polda Kepri, Polair Polres Bintan, UPP Tanjung Uban, HNSI Bintan.

Sarana pencarian dari Malayasi, KM. Tegas, KM Petir 50, Pesawat AW 139, PHC/PKTK 5 unit, Pesawat MI-17-IV. Dari Indonesia RiB 04 Tanjung Pinang, RIB 03 Batam, SB TNI, KN. Rantos, KN Belut Laut 4063, SB Polair XXXI -10064, SB Polair Bintan, dan SB TNI AL.


Andi Pratama

Lebih baru Lebih lama