Usai Berbagi Paket Logistik Bersama Baznas, Ini Target Kedepan Gubernur Kepri


Usai Berbagi Paket Logistik Bersama Baznas, Ini Target Kedepan Gubernur Kepri

Usai Berbagi Paket Logistik Bersama Baznas, Ini Target Kedepan Gubernur Kepri
Gubernur Kepri Serahkan Bantuan

TJ.PINANG I KEJORANEWS.COM : Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), H.Ansar Ahmad ingin agar sinergitas antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dengan instansi vertikal terus dibangun dan dijalankan dengan maksimal.

"Saya akan terus mendorong berbagai instansi vertikal, dan dinas-dinas di Pemprov Kepri untuk terus menyelenggarakan kegiatan seperti ini terkait pandemi Covid-19 yang masih mempengaruhi sosial ekonomi masyarakat," katanya.

Hal tersebut, disampaikannya saat bersama Baznas Kepri melaksanakan penyerahan bantuan paket logistik bagi masyarakat terdampak Covid-19 di Perumahan Hang Tuah Tanjung Pinang - Kepri, (8/9).

Pada kesempatan tersebut Gubernur Kepri memberikan apresiasi bagi Baznas Kepri yang terus konsisten menjalankan program-program yang telah dicanangkan dibawah kepengurusan baru yang dilantik.

"Baznas ini potensinya luar biasa. Sebagai lembaga resmi penyalur zakat pemerintah, dan kesadaran umat yang tinggi dalam menunaikan zakat, melalui program-programnya akan terus dapat membantu masyarakat yang membutuhkan," ungkapnya.

Lanjutnya, dalam rangka menaikkan kesadaran zakat, utamanya ASN, pihaknya akan menyusun Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur penyisihan 2,5 persen penghasilan PNS yang beragama islam untuk kewajibannya membayar zakat.

"Tujuannya agar PNS tidak lupa akan kewajiban yang harus dikeluarkan dari rezeki yang diberikan Allah SWT. Kedepannya aturan ini akan kita perkuat dalam bentuk peraturan daerah," terangnya.

Berikutnya, Ketua Baznas Kepri, Arusman Yusuf menyampaikan bahwa penyerahan bantuan paket logistik ini merupakan program Kepri Peduli. Program ini adalah salah satu Program Baznas Kepri selain Kepri Cerdas, Kepri Makmur, dan Kepri Sehat.

"Besar harapan kami dukungan terus menerus dari Gubernur Ansar. Arahan dan bimbingan juga kami perlukan sehingga masing-masing pihak tidak terkesan bekerja sendiri-sendiri," tutupnya.


Andi Pratama

Lebih baru Lebih lama