Anak Penjual Mie Ayam Asal Tonjong Brebes Lulus Jadi Tentara


Anak Penjual Mie Ayam Asal Tonjong Brebes Lulus Jadi Tentara

Aji Pranoto Anak Penjual Mie Ayam Jadi Tentara -

BREBES  I  KEJORANEWS.COM :Nasib atau garis tangan seseorang memang tidak ada yang tahu, seperti yang dialami Aji Pranoto (19), putra seorang penjual mie ayam asal Dusun Sidamulya RT. 02 RW. 07, Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ia berhasil lulus menjadi tentara lewat seleksi Calon Tamtama gelombang I tahun 2021, yang diumumkan di Rindam IV Diponegoro, Magelang, pada Senin 5 April 2021 lalu.


Sarkim Priyangga (58) dan Joharoh (50) yang merupakan kedua orang tua Aji, mereka menyatakan bangga, bersyukur, dan berharap anaknya itu kedepan akan mengubah nasib keluarganya menjadi lebih baik.


Sementara itu Aji panggilan akrab Aji Pranoto, mengaku setiap harinya membantu ayahnya berjualan mie ayam di pinggir jalan di desanya itu.


Begitu ada informasi seleksi Tamtama PK dari Serma Syaefudin, Babinsa setempat dari Koramil 09 Tonjong, Kodim 0713 Brebes, ia pun berlatih setiap hari di sela-sela membantu bapaknya.


“Saya juga lulus murni tanpa biaya, saya ingin membuktikan bahwa menjadi TNI tidak dipungut biaya apapun. Lagian orang tua saya hanya penjual mie ayam, Paling hanya biaya kos selama anak seleksi di Magelang, fotocopy, dan biaya transportasi saja, dari awal sampai pengumuman hanya sekitar Rp. 5 juta,” bebernya polos.

Ia juga mengaku pernah ikut seleksi Caba PK tahun 2020, namun gugur di Pantukhir pusat.


Sementara itu, Kopda Supriyadi, Babinsa Pepedan, Koramil Tonjong menyatakan, dirinya hanya memotivasi dan mengarahkan Aji agar dapat lulus dengan nilai yang baik saat proses seleksi, karena untuk fisik dan nilai akademiknya bagus.


“Saya hanya memotivasi dan memoles Aji saja. Larinya selama 12 menit adalah 3.045 meter, pull up 16 kali, untuk push up, sit up, dan shuttle run dengan nilai seratus, ditambah renang juga bagus. Itu semua berkat usaha Aji dan doa kedua orang tuanya,” bebernya.


Menurutnya juga, untuk menjadi prajurit TNI-AD syaratnya hanya mempersiapkan baik fisik, mental, dan akademik sejak jauh hari. Untuk itulah pihak Koramil/Kodim gencar mensosialisasikan tentang rekrutmen TNI di sekolah-sekolah ataupun saat kegiatan sosialisasi di balai desa.


“Untuk keahlian dan prestasi anak di bidang olahraga, akademi, seni, komputer dan lain-lain, juga akan menambah bobot penilaian si anak. Aji Pranoto juga mempunyai keahlian dan sejumlah prestasi di tingkat Kabupaten dari hobinya bermain sepakbola dan pencaksilat,” sambungnya.


Dirinya juga menyatakan bangga dan mendapatkan kepuasan batin tersendiri, karena berhasil mengantarkan anak penjual mie ayam tersebut menjadi tentara, dengan kemampuan sendiri.


Ditambahkannya, selain Aji, lulusan SMKN 1 Tonjong yang lulus bersama dirinya adalah Durokhim (21), anak seorang penjual kambing dari Dusun Karang Anjog RT. 03 RW. 09, Desa Tonjong.


Pihak Sekolah SMKN 1 Tonjong menyerahkan pembinaan kedisiplinan dari murid-muridnya setiap hari Selasa dan Kamis sore, dan ini salah satu buktinya.


“Jadi, selain Aji dan Durokhim, warga Kecamatan Tonjong yang masuk pendidikan Tamtama PK adalah Tedi Irawan (19), warga Desa Kalijurang, anak seorang sopir material, lulusan MAN Brebes 2 Bumiayu,” tandasnya.


Terpisah, kebahagian serupa juga menghampiri keluarga Serma Syaefudin, Babinsa Kalijurang, Koramil Tonjong, dimana anaknya yang bernama Ilham Anggoro Mukti (21), tamatan SMA Islam Ta'allumul Huda Bumiayu, juga diterima menjadi prajurit.


Itu berarti, anaknya menjadi salah satu dari 22 remaja di seluruh wilayah Kabupaten Brebes yang terpanggil mengikuti pendidikan di Sekolah Calon Tamtama (Secata) Rindam IV Diponegoro, Gombong, Kabupaten Kebumen, 21 April 2021 mendatang.


“Jujur, anak saya mulai latihan pembinaan fisik sejak awal tahun 2019 lalu, dengan semangat yang luar biasa. Dia adalah penerus pengabdian saya kepada bangsa dan negara,” ujarnya.


Tak lupa dirinya mengucapkan terima kasih kepada Danramil 08 Bumiayu, Kapten Armed Jupriadi dan anggotanya, Sertu Jawito, karena kedua orang tersebut adalah pelatih fisik sekaligus motivator mental ideologi dan psikotes.


(Salam)

Lebih baru Lebih lama