{[["☆","★"]]}
Hendrikus Fahik -
MALAKA I KEJORANEW.COM : Hendrikus Fahik Tim Pemenangan Pasangan Calon nomor 1, Pasangan Calon (Paslon) Bupati, Dr. Simon Nahak, SH, MH dan Louise Lucky Taolin, S. Sos yang akrab dikenal Kim Taolin dengan tagline Paket SN-KT, meminta Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) menindak tegas pelaku pengganggu kampanye Paslon SN-KT yang diduga dari kelompok Paslon nomor 2, SBS-WT ( dr Stefanus Bria Seran, MPH-Wandelinus Taolin ). 

Hal tersebut diungkapkan Hendrikus Fahik saat konferensi Pers di Betun, Minggu (1/11/20) siang.

Pria yang merupakan Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PKB Kabupaten Malaka sekaligus Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten Malaka ini menyampaikan bahwa gangguan yang dilakukan kelompok Paslon nomor 2 tersebut sangat mengganggu dan meresahkan ketenangan masyarakat lebih khusus kepada simpatisan dan pendukung SN-KT.

" Sudah kurang lebih 1 bulan kita dari paket SN-KT mengunjungi wilayah Desa dan Kecamatan di Kabupaten Malaka tercinta ini. Kami sadari betul bahwa banyak hal yang kita jumpai di lapangan, khusus kampanye paket SN-KT.  Menurut catatan Tim khusus paket koalisi kerakyatan SN-KT ada beberapa kejadian-kejadian yang menurut kami itu sangat mengganggu dan meresahkan ketenangan masyarakat lebih khusus kepada simpatisan dan pendukung SN-KT. Kejadian yang dialami oleh paket SN-KT tersebut sudah direkam dan dicatat." Katanya.

Lanjutnya, kejadian pertama yang dialami oleh Paket SN-KT ketika melakukan kampanye adalah penghadangan dan pelemparan di daerah Hatimuk. Kejadian yang kedua pada tanggal 25 Oktober 2020 kampanye SN-KT di Dusun Manumuti yang menurut Tim SN-KT itu dilakukan dengan unsur kesengajaan oleh sekelompok pendukung SBS-WT untuk mengganggu kampanye SN-KT di Dusun Manumuti.

Katanya, kejadian tersebut disponsori oleh beberapa istri pejabat dan sekelompok ibu-ibu juga simpatisan yang menggunakan baju kaos kuning. Kejadian yang sama dilakukan oleh sekelompok pendukung SBS-WT di Desa Umatoos dan terakhir kejadian yang sama yang dilakukan oleh pendukung SBS-WT di Rinhat.

Menurut Tim koalisi kerakyatan, semua kejadian tersebut ada indikasi kesengajaan karena pihak lawan merasa tidak nyaman dengan kehadiran SN- KT. 

" Kami memiliki data lengkap bahwa gangguan dilakukan oleh kelompok SBS-WT, apabila diminta kami akan menyerahkan. Kelompok SBS-WT yang mendahului, kejadian manumuti barubit, Umatoos, dan kejadian penghadangan di Rinhat. Itu merupakan benih-benih yang memprovokasi masyarakat untuk melakukan tindakan yang sama terhadap calon lain. " Ujarnya lagi.

" Jadi saya berharap kepada pasangan calon SBS-WT dan Tim nya untuk menertibkan simpatisan atau kelompok-kelompok pendukungnya supaya jangan terprovokasi dan jangan memprovokasi orang dan jangan mendahului. Saya jamin bahwa SN-KT tidak akan melakukan tindakan atau kegiatan apabila tidak diprovokasi. Karena itu saya berharap kepada mayarakat khususnya kepada para pendukung dan relawan SN-KT mulai hari ini jangan terprovokasi dengan kelompok-kelompok yang memprovokasi kita, karena paket Simon dan Kim elektabilitasnya cukup tinggi, " jelas Hendrik.

( Jolly)

 
Top