Pasien Berharap Sembuh Malah Terkulai Tak Berdaya Setelah Disuntik Obat Oleh Perawat


Pasien Berharap Sembuh Malah Terkulai Tak Berdaya Setelah Disuntik Obat Oleh Perawat

Kondisi Darsani setelah diberi suntikan oleh Perawat-
MESUJI: Oknum perawat diduga menyuntikkan obat kepada pasien tanpa memikirkan akibatnya dan membuat tubuh pasien menjadi kaku tak berdaya, Jum'at(27/11/202).

Bermula pasien bernama Darsani merasa kurang sehat badan dan pegal linu yang dirasakan. Kejadian pada hari Minggu sore, di dampingi Eko, mendatangi perawat, berinisial AG A.Md.kep yang juga pejabat di Badan Pencegahan dan Kesiagaan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mesuji.

Darsani yang berharap sembuh, malah mengalami “tragis”, seperti kejang dan tubuhnya jadi kaku, setelah berobat dengan oknum perawat tersebut.

Lalu oknum perawat tersebut diduga menyuntikkan sebuah obat kepada pasien tanpa memikirkan akibatnya.

Oknum perawat itu juga telah ngecek up darah pasien yaitu  tensinya berkisar 160/100.

Dan setelah beberapa jam berobat, Darsani merasa seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan dan bahkan tidak dapat mengeluarkan suara.

Ke esokan harinya, temannya bernama Helmi dan Hasan, merasa khawatir terjadi suatu yang tidak diinginkan, maka korban dilari kan ke rumah sakit terdekat, di Berabasan untuk diberikan pertolongan.

Berkisar 3 jam lamanya, pihak rumah sakit memberikan pertolongan, pasien tampak mulai ada perubahan .

Sementara itu, oknum perawat AG yang dimintai keterangannya oleh beberapa awak media menuturkan kronologisnya.

"Awalnya, pasein benama Darsani, di dampingi Eko, mendatangi klinik saya. Dia bilang badannya kurang sehat, terasa pegal linu, dan kakinya  sebelah kanan terasa pegal – pegal dan linu. Lalu kami pun melaku kan pengecekan dan mempertanyakan kepada pasein, bagaimana nafsu makannya dan dijawab biasa aja. Dan kami lakukan cekup tensi darah yaitu 160/100. Lalu kami segera memberikan pertolongan, memasukan obat melalui suntikan kepada pasein,”kata AG sambil gugup.

Dan atas kejadian itu, pihak keluarga pasien, berharap agar AG bertanggungjawab.

(Yusri)

Lebih baru Lebih lama