{[["☆","★"]]}
Aksi Massa Aliansi Perjuangan Rakyat Riau -
PEKANBARU I KEJORANEWS.COM: Menolak dibahasnya Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila ( HIP), ribuan massa dari berbagai Organisasi Masyarakat ( Ormas) yang mengatasnamakan Aliansi Perjuangan Rakyat Riau, menggelar demonstrasi ke kantor DPRD Riau. Jumat ( 26/06/2020).

Dalam pantauan awak media ini, masa  
yang membawa spanduk bertuliskan tolak RUU HIP, awalnya berkumpul di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau, sekitar pukul 14:00 Wib, 
lalu kemudian melakukan aksi long march menuju kantor DPRD Riau.

Selama aksi logmarch berlangsung,  tampak orator aksi meneriakkan penolakan terhadap RUU HIP dengan disertai sambutan takbir dari massa aksi.

Selain itu, orator juga mengingatkan peserta aksi untuk menjaga jarak dan tidak terpancing bila ada penyusup yang membuat kekacauan, salah satu tuntutan mereka adalah menolak/mencabut RUU HIP dari Prolegnas di DPR RI dan tidak tangung- tanggung massa juga meneriakan umat Islam siap melawan kebangkitan PKI.

Setibanya di depan kantor DPRD Riau, massa langsung dipersilahkan masuk dan disambut oleh Wakil Ketua DPRD Riau Asri Auzar bersama sejumlah anggota dewan lainnya, yakni Ketua Fraksi Demokrat Agung Nugroho, Anggota DPRD Riau dari Fraksi PAN Ade Hartati dan Anggota DPRD Riau dari Fraksi PKS Arnita Sari.

Ustad R Ade Hasibuan Ketua PA 212 Prov Riau seorang peserta aksi menyampaikan,  bahwa aksi tersebut diikuti oleh sekitar 1000 orang massa yang berasal dari 42 Ormas.

" Yang ikut aksi ini Ormas Islam dan Ormas Nasional di antaranya Perwakilan dari MUI Prov Riau, PA 212 Riau, FPI, Ikadi Riau, Matlaul Anwar Riau, Ormas Brigade 08 Riau dan juga  dihadiri juga oleh para tokoh dan sesepuh masyarakat Riau." Ujar Ustad R Ade Hasibuan.

 
"Alhamdulillah Aksi Bersama ini berjalan sesuai rencana, damai dan tertib serta para peserta aksi telah melaksanakan seruan yg disampaikan sebelumnya, yakni tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan menggunakan alat pelindung diri sebagaimana protap kesehatan Covid-19, " tutup ustadz R Ade Hasibuan.


 ( Andri Asmara)
 
Top