{[["☆","★"]]}
Thomas AE, Ketua LSM Gebuki -
BATAM I KEJORANEWS.COM: Ketua DPD Kepri LSM-Gerakan Berantas Korupsi (LSM-Gebuki), Thomas. A.E meminta agar Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) yang saat ini melalui sistem online dikembalikan ke sistem manual agar PPDB tidak menimbulkan masalah bagi orang tua peserta didik yang mendaftarkan anaknya ke sejumlah Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama ( SMP).

Menurut Thomas dengan PPDB sistem online saat ini, berbagai macam masalah muncul dan mulai meresahkan masyarakat. 

Dikatakan Thomas, dari pengamatannya di kecamatan dan kelurahan di beberapa wilayah di Kota Batam, serta media sosial. Masyarakat mulai resah dan cemas karena sulitnya mengakses server PPDB yang disediakan pihak sekolah. Mereka khwatir anak-anak mereka tidak bisa diterima di sekolah yang dituju.

" Server PPDB yang disediakan beberapa kali mengalami gangguan, susah diakses, dan kalau bisa diakses pun susah untuk digunakan. Sehingga masyarakat khawatir anak-anak mereka  dapat terdaftar di sekolah yang dituju, " jelas Thomas. Senin ( 15/6/2020).

Dengan dikembalikan lagi ke sistem manual menurut Thomas akan lebih baik dan mengurangi keresahan masyarakat saat ini. Selain itu juga dapat menghindari adanya pungutan liar yang kemungkinan akan dapat dilakukan oleh oknum-oknum sekolah atau panitia PPDB yang tidak bertanggungjawab.

" Atas masalah yg terjadi saat ini, bisa saja terjadi main mata antara panitia di sekolah atau panitia PPDB dan wali murid. Semisal panitia menawarkan jasa baik bahwa anak mereka dapat terdaftar dengan cara tertentu di luar prosedur, atau cara yang tidak normatif," urai Thomas yang juga pemerhati masalah kelistrikan di Kota Batam ini.

Sedangkan terkait saat ini yang masih pada masa Pandemi Covid-19, yang kemungkinan rawan untuk dilakukan PPDB secara manual, Thomas menyebutkan bahwa penerapan PPDB manual tetap dengan melaksanakan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah daerah.

Terakhir ia sangat menyesalkan pihak dinas pendidikan yang menjalankan PPDB tahun 2020 lebih buruk dari tahun-tahun sebelumnya.

Andi Pratama
 
Top