{[["☆","★"]]}
Kapal Kayu Pengangkut Penumpang -
LINGGA I KEJORANEWS.COM : Blocking area yang dilakukan pemerintah kabupaten Lingga berujung dengan pemanfaatan kapal -kapal kayu  yang digunakan oleh masyarakat Lingga untuk transportasi keluar masuk di wilayah tersebut.

Sebagaimana pantauan dari dari tim surveilans Covid-19 Puskesmas Pancur bekerja sama dengan Kelurahan Pancur, TNI dan Polri, Jumat ini ( 17/4/2020) tercatat ada sebanyak 20 orang dari Batam dan Tanjungpinang yang masuk ke Lingga menggunakan kapal kayu sebagai wahana transportasi.

Ketua tim Covid-19 Pukesmas Pancur, Rika kepada media menyampaikan bahwa warga yang datang dari luar Lingga tersebut langsung mereka bawa ke Posko Pencegahan dan pengendalian Covid-19, yang berada di pelabuhan Kelurahan  Pancur, Kecamatan Lingga Utara.
Posko Pemeriksaan Penumpang 


" Di Posko kita langsung  melakukan pengecekan kesehatan para penumpang dan memberikan edukasi kepada mereka terkait pencegahan penularan Coronavirus, " ujar Rika.

Dari hasil pengecekan tim, dijelaskan Rika, para penumpang tersebut normal tidak ada yang memiliki gejala penyakit.

" Suhu tubuh mereka normal dan tidak ada keluhan - keluhan penyakit. Meskipun dalam pengecekan tidak ditemukan gejala apa-apa.Namun kami tetap menyarankan mereka untuk melakukan isolasi mandiri di rumah, dan tidak berkeliaran keluar rumah," terangnya.

Penerapan blocking area dengan menyetop sementara akses masuk Kabupaten Lingga menggunakan jasa transportasi laut, di berlakukan Pemkab Lingga sejak mulai 28 Maret 2020 lalu. 

Blocking area tersebut yakni pemberhentian sementara waktu beroperasinya kapal fery untuk rute Batam-Lingga dan Tanjungpinang-Lingga, sedangkan Kapal penyeberangan Roll On Roll Off (Roro) tetap beroperasi namun hanya berlaku untuk melayani khusus cargo atau barang-barang tidak untuk penumpang.

( Mardian)
 
Top