{[["☆","★"]]}
Organisasi Masyarakat dan Pekerja Proyek-
LINGGA I KEJORANEWS.COM : Sejumlah organisasi masyarakat yakni  Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Kepemudaan ( OKP) Kabupaten Lingga menyesalkan sikap dari Zuhardi Koordinator Wilayah (Korwil) Himpunan Melayu Raya ( Himalaya) Lingga dan anggotanya yang dinilai telah melakukan perbuatan premanisme dengan menjebol dinding bascamp dan memarahi dengan makian pekerja proyek irigasi di Bukit Baygon, Desa Bukit Langkap, Kecamatan Lingga Timur pada Senin siang (17/4/2020).


Ketua LSM Melayu Kampung, Muhammad Idham menilai apa yang dilakukan oleh Zuhardi terlalu berlebihan karena tidak menjunjung adab dan etika.

" Sekalipun alasannya untuk niat baik membela kepentingan penguna jalan, namun pada kenyataannya, pembelaan tersebut tidak menunjukkan sikap baik kepada pihak pekerja yang tengah bekerja, " ungkap Idham. Senin sore.

Menurutnya, seharusnya dengan kapasitas sebagai Ketua atau Korwil, Zuhardi bisa membicarakannya secara baik, menunjukkan sikap intelektual, terkait apa yang menjadi perhatian mereka. Bukan dengan tindakan arogansi atau mengancam pihak kontraktor.

"Seharusnya cara arogansi seperti itu tidaklah terjadi.Selaku ketua tentunya ada cara santun yang beradap, apalagi sampai menjebol dinding besecamp pihak perusahaan. Itukan aset negara yang tertuang dalam anggaran kontrak kerja," urai Idham. 

Dikatakannya, dari pengakuan pihak pekerja, anggota Himalaya juga  melemparkan tanah ke dinding barak pekerja. 

"'Perlakuan seperti itu justru melalaikan etika bertamu.Sebagai seorang pengerak LSM, dia seharusnya justru mendukung jika ada Ormas atau OKP yang menyerukan kepentingan masyarakat dalam membangun daerah, bukan sebaliknya.

"Ada etikanya. Jika berlaku baik. Orang tidak tersinggung. Saya rasa apa yang menjadi keluhan pengguna jalan, pihak kontraktor juga tidak tinggal diam, mereka membersihkan alur jalan," papar Idham lagi.

Sementara, Perwakilan Satker, SNVT. Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera IV,  Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS)
Kementrian PUPR, Syaiful yang berada di proyek juga menyesalkan kejadian tersebut.

" Kita cukup menyayangkan perlakuan arogansi, orang yang mengataskan Melayu Raya bahkan menakut-nakuti pekerja. Hingga membuat statement di pemberitaan pihak proyek tidak beradap, " ucap Syaiful.

Dia menyadari, secara teknis memang banyak kendalanya untuk membuang tanah. Namun apa yang dilakukan tersebut sudah dikoordinasikan baik dengan pemerintah kabupaten, maupun desa terkait. 

"Saya kira kami bekerja sudah sesuai SOP, masalah apa yang terjadi itu, kami bersihkan setiap hari selesai bekerja. Itu kadang mobil Damkar dari pemerintah juga membantu membersihkannya. Kami sudah koordinasi dengan pemerintah," jelas Syaiful.

Hal tersebut dibenarkan oleh Mulyadi, Kasi Damkar Satpol PP Lingga. 

Mulyadi menyampaikan, dalam proyek pemerintah daerah dalam mensukseskan program irigasi sawah tersebut, telah menurunkan tim Damkar untuk membantu pihak perusahaan membersihkan jalan utama yang berlumpur. 

"Kami dari Damkar selalu siap membantu, jika perusahaan butuh. Memang tanggungjawab kami untuk kenyamanan bersama," ujar Mulyadi, Kasi Damkar Satpol PP Lingga. 

Sementara itu, Sudarmin Kepala Desa Bukit Langkap, menyampaikan bahwa dalam proyek tersebut, pihak desa yang  meminta sehingga tidak ada ketimpangan di tengah masyarakat terkait pembangunan. Menurutnya  proyek irigasi tersebut sudah sekian lama ditunggu guna mendukung program persawahan di desanya.

" Secara teknis masalah disposal tanah yang berdampak pada pengguna jalan, sebelumnya sudah dikoordinasikan antara pihak kontraktor dan desa. Dan kontraktor telah melaksanakannya dengan carabersihkan jalan usai lori-lori melakukan aktivitas pembuangan tanah. Adapun keluhan dari organisasi mengenai dampak pengerjaan ini, saya harap secara pribadi dapat dikomunikasikan dengan baik. Sehingga ada solusi bersama dan berjalan kondusif. Ini agar kedepannya 
BWSS IV dapat melanjutkan kegiatan khusus di Kabupaten Lingga," jelas Darmin. 

Hal senada juga di ucapkan Saparudin Ketua OKP KNPI. Ia mengatakan berterima kasih kepada Satker yang sudah mau membangun irigasi dan lainnya di Kabupaten Lingga.

" Pembangunan ini untuk kesekian kalinya lewat BWSS, dan kedepannya akan kembali dibangun irigasi di sawah Panggak Darat, dan Kerandin".ungkap Sapar. 

Untuk itu dia berharap, LSM, Ormas maupun OKP tidak mengganggu menganggu jalannya pembangunan irigasi.

"Ini anggarannya tidak kecil, kalau kita ribut. Dia orang tak mau lagi, siapa lagi yang kita harapkan. Daerah tidak akan mungkin terbangun. Jadi marilah kita saling rangkul, saling mendukung supaya Lingga kondusif," tegas Safaruddin.

Terkait pemberitaan ini, Zuhardi Korwil Himalaya belum dapat dihubungi untuk klarifikasi.

( Mardian)
 
Top