{[["☆","★"]]}
Diskusi Bersama Pengusaha Batam dan Kepri
BATAM I KEJORANEWS.COM: Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi menyampaikan bahwa dari presentasi ini akan di sampaikan melalui Menko tembusan ke Presiden mudah - mudahan ada solusi yang bisa diambil. Senin, (02/03/2020)

"Dalam ancaman virus corona, dari segi parawisata dilakukan pembebasan pajak Tax sebesar 10%, dan harga rate hotel turun dari 20 - 40% sehingga kunjungan wisata tidak bertambah. Namun, tidak boleh menurun. Langkah ini, semua kita ambil untuk industri wisata bisa hidup," terangnya.

Hal tersebut, disampaikannya pada diskusi antisipasi dan dampak penyebaran virus corona bagi perekonomian Batam, di Balairungsari Lantai III BP Batam, Batam Centre - Batam.

Materi Diskusi oleh Himpunan Kawasan Industri kepri
Ia melanjutkan, virus corona perlu diantisipasi, dari anjuran para dokter penyakit ini akan mati bila terpapar sinar matahari. Dan virus ini, juga akan mati jika kondisi tubuh/fisik kuat. Biaya terjangkit virus ini tidak murah. Untuk, menangkis virus ini sendiri dianjurkan untuk mampu melakukkan olah raga.

"Corona ini bukan hanya berpengaruh di dunia usaha namun pemerintah juga terganggu, kalau kita biarkan. Melalui pertemuan ini akan kami teruskan ke level yang lebih tinggi," terangnya yang dihadiri oleh, Deputi BP Batam, Wakil Wali Kota Batam, Muspida dan Asosiasi Pengusaha Kepri dan Batam, serta Stackholder terkait.

Diskusi Antisipasi dan Dampak Penyebaran Virus Corona bagi Perekonomian Batam
Pada pertemuan tersebut, salah satu Asosiasi Pengusaha Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hioeng mengatakan penyebaran virus corona kini semakin mengganas, meski pemerintah China mengklaim jumlah pasien terinfeksi menurun, tapi di luar China penyebaran makin masif.

Korea Selatan pasien positif 763 orang, Iran kini ada 250 orang di karantina, Italia jumlah tertular 229 orang. Dari data terbaru terdapat 88.377 kasus korona, 2.994 meninggal dunia, pulih 42.617, terdampak pada 65 Negara, dan 1 kapal pesiar.

Di Batam terdapat 24 kawasan industri, bahan baku sebagain besar dari China. Dampak dari virus ini, lanjutnya pekerja asing yang libur imlek di China tidak bisa pulang, sehingga mesin - mesin produksi di sini tidak beroperasi.

"Untuk itu, bersama pemerintah Tiongkok agar dapat  memberikan solusi bagi pekerja disana dapat segera kembali bekerja di Batam. Selain itu, dari virus ini juga mempengaruhi arus barang, diataranya berupa bahan baku setengah jadi. Dengan adanya kasus Corona ini beban perusahaan sudah sangat besar, karena bagaimana mereka mau produksi," tutupnya.

Ditempat terpisah usai pertemuan diskusi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi menyampaikan sampai saat ini di Batam, terdapat 13 orang di karantina (lokalisir, pantau, lewat masa inkubasi tidak ada gejala mengarah suspect di lepas), dan di isolasi ada 3 orang dan sudah diperiksa semua hasil negatif.

Untuk lokasi karantina, lanjutnya sementara di  Asrama haji - Batam Centre. Namun begitu, dari 13 orang tadi, 4 orang saat ini ditangani di rumah, dan 9 orang lagi akan di carikan tempat, karena membutuhkan tempat yang cukup besar bagi mereka.

"Secara keseluruhan, Tanjung pinang 6 orang, Karimun 2 orang, Batam 3 orang. Jadi untuk di Kepuluan Riau (Kepri) ada 11 orang yang diambil samplenya karena terdapat gejala corona. Sementara, untuk yang positif di Kepri tidak ada," terangnya.



Andi Pratama
 
Top