{[["☆","★"]]}
Rian Dwi Neddriansyah (kanan) Awalun Bikers Subuhan Bintan, 
dan Mawan (kiri) Awalun Bikers Subuhan Anambas, 
bersama Ustadz Abdul Somad (tengah) di Masjid Agung Baitul Ma’mur Anambas -
ANAMBAS | KEJORANEWS.COM : Melalui Rian Dwi Neddriansyah, Awalun Bikers Subuhan Bintan, Biker Subuhan Kabupaten Kepulauan Anambas resmi terbentuk. Bikers Subuhan yang tersebar di seluruh Indonesia itu sekarang sudah hadir di daerah Anambas.

Rian yang merupakan Awalun dari Bikers Subuhan Bintan menerangkan Bikers ini bukan suatu komunitas maupun klub motor, melainkan sebuah wadah dari sekumpulan Bikers pegiat sholat subuh berjamaah yang dikuti beberapa anggota klub motor maupun non klub yang pertama kali lahir di Kota Bandar Lampung.

"Bikers Subuhan ini bukan khusus mereka yang tergabung dalam Club Motor, melainkan wadah sekumpulan orang yang siapa saja boleh bergabung dengan satu syarat yaitu Shalat," terang Rian. Minggu (08/03/2020).

"Bikers Subuhan bukan berarti shalatnya pada waktu subuh saja, melainkan juga Shalat Dzuhur, Asyar, Magrib, dan Isyak yang wajib dilakukan sebagai kewajiban kita orang Islam," Lanjutnya.

Kemudian dia menyampaikan dengan telah dibentuk Bikers Subuhan di Anambas, mengajak seluruh elemen masyarakat baik dari muda maupun tua untuk bergabung di Bikers Subuhan Anambas dengan tujuan meramaikan masjid-masjid serta menambah ilmu keagamaan yaitu Agama Islam.

Rian Menjelas gerakan Bikers Subuhan ini berawal dari bro Sani Rizani (MACI Lampung) saat kongkow di event bertajuk Motor. Dari obrolan hangat antara Sani Rizani dengan Irfan Adysurya (Kastemride Syndicate MC) timbul ide brillian mengumpulkkan bikers untuk riding mencari pahala dan berkegiatan positif, yang pertama kali mereka lakukan 25 Februari 2017 dengan tajuk subuh berjamaah.

"Sejarah Bikers Subuhan ini berawal dari Lampung yang terus berkembang dan semakin meluas terbentuk disetiap wilayah dan hampir di seluruh Indonesia," jelasnya lagi.

Dengan Bikers Subuhan Anambas, kata Rian semoga wadah ini menjadi bentuk keperdulian pemuda-pemudi di Anambas untuk mendekatkan diri mereka kepada Sang Pencipta dan bisa dapat mengisi shaf-shaf yang masih kosong di Masjid terutama di waktu jam Shalat Subuh.

(Ardian) 
 
Top