{[["☆","★"]]}
BPS, Wawako, Komisi II, Camat Sekupang, Lurah Patam Lestari (Dari: Kiri)
BATAM I KEJORANEWS.COM:Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad meyampaikan keseluruhan selama empat tahun kami menjabat dana Percepatan Infrastruktur Kelurahan (PIK) di Patam Lestari ini ada 71 Paket nilai Rp 9.05 miliar. Senin, (24/02/2020)

"Kebijakan PIK serapan untuk Patam Lestari tahun 2017 ada 14 paket yang dikerjakan melalui dana PIK senilai Rp 1,5 Miliar, tahun 2018 14 Paket jadi 17 Paket nilai Rp 1,99 Miliar, tahun 2019 ada 12 paket yang tadinya nilai Rp 1,99 naik menjadi Rp 2.66 miliar, lalu 2020 ini ada 28 paket total dananya Rp 2.9 Miliar," terangnya.

Hal tersebut, disampaikannya pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Kelurahan Patam Lestari, yang di hadiri oleh Komisi II DPRD Batam, Kepala BPS Kota Batam, OPD Pemko Batam, Camat Sekupang, Lurah Patam Lestari, RT, RW dan Warga Kelurahan Patam Lestari, (18/2) Sekupang - Batam.

Lanjutnya, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Batam Rp 3 Triliun, untuk Infrastruktur, Pendidikan, Kesehatan, Belanja Tidak Lansung (BTL) sisanya. jangan bandingkan APBD Batam dengan Bandung nilai Rp 7 Triliun, Surabaya Rp 8 Triliun, Medan Rp 6 triliun. Sedangkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam dari pajak dan retribusi,

"APBD Rp 2,8 Triliun dan PAD kita Rp 1,3 - Rp 1,4 Triliun, sementara di Lingga APBD Rp 800 Miliar, PAD nya Rp 30 miliar dan lebih kurang sama dengan Anambas. Menyangkut kebijakan publik harus diambil, sambil berhati - hati, berjalan seharusnya. Karena gampang tergelincir, dan terjebak," katanya.

"Visi kita bandar dunia madani, harus ada kerjasama dengan masyarakat, di butuhkan sinergiritas. Pertumbuhan ekonomi dari 1,2% naik 3,19%, naik 4.72% 2019 dan diakhir bulan Februari ini menurut perkiraan tembus diangka 5,5 % ekonomi Batam, dan menurut BPS angka kemiskinan dari  5,11% turun menjadi 4,8%," tutupnya pada Musrembang ke 54 kali dari 64 Kelurahan.

Warga Masyarakat Patam Lestari dan OPD Pemko Batam
 Di tempat yang sama, Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Leo Anggara Putra mengatakan anggaran PIK yang meningkat setiap tahunnya dalam percepatan infrastruktur dapat berkembang dengan pesat.

"Program - program yang telah di susun, dalam fungsi pengawasan kita berharap berkeadilan bagi warga Patam Lestari. Dan yang menjadi prioritas itu adalah betul - betul dan memang penting/urgent, disegerakan," pungkasnya

Selanjutnya, pada Musrembang perwakilan dari masing - masing RT menyampaikan bahwa terkait Batu miring yang masuk program Non PIK nomor 1. dari tahun 2016 masuk prioritas terus, namun keadaannya masih seperti semula, bahkan lebih parah. Dimana menurutnya kondisi batu miring yang berlokasi dilapangan tersebut, ketika hujan satu minggu saja  bisa ambruk.

"Sudah diketahui juga oleh Kadis, dan belum juga ada realisasinya. Ini menjadi kekhawatiran kami, yang seharusnya tidak memikirkan anak takut jatuh, dimana sekarang terdapat hampir 800 peserta didik. Dan mudah - mudahan 2021 di bangun," terangnya yang juga seorang guru SD 03.

Terkait lahan tanah, di wilayah Tiban Kampung hutan - hutan lindung dan, hutan bakau di pinggir pantai sekitaran Tiban hingga Patam Lestari. "Hutan habis, bukit di potong, dan rumah liar dibiarkan tanpa ada penertiban dan berjalan terus, serta hutan bakau saya lihat sudah mulai banyak yang rusak, berimbas pada mata pencarian warga yang semakin sulit dan susah," ungkap Said, Aktifit Penggiat Lingkungan.

Berikutnya, Camat Sekupang, Muhammad Arman, SSTP menyampaikan10 program non PIK yang akan dibawa ke tingkat kecamatan ditahun 2020 ini, secara keseluruhan sama dengan kelurahan yang lain.

"10 program prioritas Non PIK (Meliputi: Penerangan jalan, Gorong - gorong, Drainase, Pembangunan Gedung serbaguna) usulan warga kelurahan patam lestari, akan kita bawa ke tingkat Kecamatan pada tanggal 25 Februari depan," ujarnya.



Andi Pratama
 
Top