{[["☆","★"]]}
Sambutan Pembukaan oleh Kepala BP Batam
BATAM I KEJORANEWS.COM: Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi menyampaikan Batam dibangun sekitar tahun 70an, tapi sampai hari ini begini-gini aja, rancangan awal dari Alm. B.J Habiebie (Bapak Presiden RI ke 3) sangat bagus, namun dalam proses perjalanan melambat. Rabu, (19/02/2020)

"Kenapa lambat, karena kita yang bikin begitu. Melalui Perka ini hendaknya bisa mengakomodir apa yang kita mau dan Bapak/Ibu mau, karena kalau sudah kami sosialisasikan maka ini yang akan kami jalankan. Bagaimana proses pengurusan lahan cepat dan investasi harus naik, serta semua lahan harus di bangun sesuai dengan yang di ajukan ke BP," terangnya.

Hal itu disampaikannya, saat membuka sosialisasi Peraturan Kepala (Perka) BP Batam, tentang Penyelenggaraan Pengalokasian Lahan di lantai 3 ruang Balairungsari Gedung BIDA Utama BP Batam, Batam Centre - Batam.

Ia melanjutkan, belum lagi sekarang ini ada sekitar 1000 permintaan/permohonan lahan yang tidak terselesaikan. Karena kenapa, menurutnya pada waktu itu dalam masa transisi di tahun 2015 ada lahan yang murah langsung di terbitkan faktur, tapi tidak tau lokasi dimana.

"Maka kita akan tarik dan kembalikan lagi UWTnya 10%. Untuk itu, kita minta terbukalah, tidak boleh bertabrakan dengan hukum," katanya, dimana BP Batam pendapatan terbesar adalah dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Peserta Sosialisasi Perka Lahan
Ia menghimbau bagi penguasa lahan yang tidak bisa membangun, kembalikan saja kepada BP Batam. "Karena kalau surat sudah datang itu tidak elok/sopan karena sudah terpaksa kami lakukan, ini kita lakukan supaya proses percepatan pembangunan kota Batam perintah Presiden bisa di wujudkan," tegasnya.

"Disini hendaknya kita juga sepakat bahwa lahan/tanah ini jangan dijadikan sebagai tempat investasi, dimana dilahan tersebut tidak di bangun - bangun hingga tahunan menunggu ketika harga mahal dan di jual lagi," ungkapnya.

Melalui sosialisasi Perka ini, dengan mempermudah semua regulasi yang ada. Lanjutnya, pengurusan dokumen mau itu baru, pecahan, perpanjangan, tidak boleh ada pertemuan yang kedua, harus sekali/terakhir, supaya tidak ada birokrasi yang tidak bisa diselesaikan. "Kita harus ikhlas, kalau tidak kota Batam tidak akan maju dari segala sektor," jelasnya.

"Saya berharap dalam proses Perka lahan ini, pasti mempunyai kekurangan, dan kekurangan ini harus kita isi bersama - sama dari masukkan Bapak/Ibu yang hadir sekalian, agar menjadi simple/masuk sekali, dan ketika keluar selesai. Kita ingin Batam berubah dalam waktu dekat, ini bisa kalau hati kita terbuka semua agar orang - orang yakin bahwa BP Batam betul - betul menjaga investasi," pungkasnya.

Berikutnya, di lanjutkan dengan Sosialisasi Perka, yang dipimpin oleh Deputi yang membidangi lahan, investasi, pelabuhan, dan Anggota Bidang Pengusahaan, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Direktur Pengelolaan Lahan.

Dihadiri oleh Direktur Pengamanan, Keuangan, Pelabuhan, BUTEK Hang Nadim, Harmonisasi, Promosi dan Humas BP Batam, Ketua REI, Pengusaha, Developer, serta Ormas Kota Batam.



Andi Pratama
 
Top