{[["☆","★"]]}
Wali Kota Batam
BATAM I KEJORANEWS.COM : Khususnya dalam pelayanan terhadap kesehatan ibu dan anak, kehadiran Posyandu ini penting dalam membantu kerja Puskesmas. Selasa, (14/01/2020)

Kegiatan yang dilakukan antara lain memeriksa kesehatan ibu anak, keluarga berencana, imunisasi, peningkatan gizi, dan penanggulangan diare. Pelayanan di Posyandu diberikan oleh kader.

Di Batam, kader-kader Posyandu ini mendapatkan insentif. Namun menurut Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, besar insentif ini tidak seimbang dengan peran para kader. Karena itu, ia berharap kader dapat ikhlas dalam memberikan pelayanan kepada anak-anak yang datang ke Posyandu.

Wali Kota mengungkapkan bahwa pada 2045 Indonesia dihadiahi bonus demografi. Saat itu jumlah penduduk usia produktif sangat banyak. Dan anak-anak balita inilah yang akan menjadi bonus bagi bangsa Indonesia nantinya.

”25 tahun lagi, anak-anak ini sudah 26 tahun. Kalau dia sempurna, maka bonus demografi ini baik untuk kita. Kalau tidak, bisa jadi bencana. Maka peran Posyandu ini sangat penting. Tolong jaga baik-baik seluruh anak yang berobat di sana. Semuanya adalah anak kita, penerus bangsa,” pesannya pada peresmian Posyandu di Tiban Mentarau, Patam Lestari - Sekupang.

Bonus demografi adalah jumlah penduduk usia produktif (berusia 15 - 64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun), dimana struktur penduduk ini sangat menguntungkan dari sisi pembangunan dalam suatu negara.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan Posyandu yang diresmikan kali ini adalah hasil pembangunan 2018-2019 lalu. Sudah sebanyak 38 Posyandu diresmikan di awal tahun 2020. Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam secara bergantian turun ke seremoni peresmian Posyandu.

“Sebanyak 16 Posyandu dibangun tahun 2019. Selebihnya di 2018. Posyandu ini kita bangun atas permintaan warga yang disampaikan melalui Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang),” terangnya, di Sekupang (13/1).

Selain atas usulan warga, pembangunan Posyandu ini juga mempertimbangkan kebutuhan. Ia melanjutkan dimana satu unit Posyandu dibuat untuk melayani 100 bayi atau balita. Meski tidak sedikit Posyandu di lingkungan/areanya terdapat lebih dari 100 anak.

“Rasionya itu 1 banding 100, tapi ada juga yang melayani sampai 200 bayi. Maka akan kita upayakan untuk terus menambah. Tahun ini kita akan membangun 12 Posyandu lagi,” ujarnya.



Andi Pratama
 
Top