{[["☆","★"]]}
Almarhum semasa hidup -
ANAMBAS I KEJORANEWS.COM :  Prof. Dr Ir. Bahtiar Saleh Abbas, M.Sc. Ph. D salah seorang tokoh masyarakat Anambas tutup usia di Jakarta sekitar pukul 06.00 WIB pagi, Senin (30/12/19).

Meninggal dunianya tokoh masyarakat di umur 63 Tahun secara mendadak tersebar di beberapa grup media sosial (Whatsapp), diduga akibat serangan jantung di rumahnya, di Tangerang Selatan. 

Sosok Anak Kampung yang besar di daerah pulau perbatasan Kabupaten Kepulauan Anambas (Pulau Ujung), Dia juga merupakan guru besar di bidang tekhnologi industri  Universitas Bina Nusantara Jakarta. 

Lahir di Natuna pada 25 November 1956 dan menghabiskan masa kecil di Anambas mengikuti orangtuanya untuk menempuh pendidikan. dari SD sampai SMP di Tarempa dan melanjutkan SMA di Tanjung Pinang.

Menjalani masa kecilnya dengan sangat tidak mudah. Berasal dari keluarga yang tergolong tidak mampu secara ekonomi tidak membuat seorang Bahtiar Saleh Abbas berkecil hati dan berhenti menggapai mimpinya. 

Pada saat zamannya pendidikan sangat minim khususnya bagi daerah pulau perbatasan, namun dengan ketekunan dan keyakinan beliau mampu menempuh pendidikan sangat panjang hingga mendapat gelar Profesor dan Doktor. Beliau sosok yang hebat dengan membuktikan bahwa anak pulau mampu bersaing dengan anak daerah lainnya. 
Prof dan Ical bersama Kades se Kecamatan Kute Siantan 


"LASKAR BAHARIMU hari ini telah sampai ke sebuah dermaga, mengarungi Samudra, menerjang ombak.. " (Prof. Dr. Ir. Bahtiar Saleh Abbas, M.Sc., Ph.D : 2009).

Itulah salah satu kutipan dari seorang Bahtiar Saleh Abbas semasa hidupnya. Semasa hidupnya alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) itu secara aktif turut memberikan kontribusi pemikiran terhadap perkembangan Kabupaten Kepulauan Anambas, terakhir Bahtiar Saleh terlibat langsung dalam memperjuangkan terbentuknya Kecamatan Kute Siantan. 

Diketahui pada Kamis (26/12/19) yang lalu, turut menerima penghargaan sebagai salah seorang tokoh masyarakat Anambas di Jakarta, yang terlibat secara aktif memperjuangkan terbentuknya Kecamatan Kute Siantan. 

Salah seorang Tokoh Masyarakat Anambas, Ir. Fachrizal atau yang akrab disapa Ical Long Enong, mengaku sangat kehilangan atas meninggalnya  Bahtiar Saleh Abbas, dimata Ical sosok Prof Bahtiar tidak hanya sebagai teman berfikir. 

"Saya betul-betul sangat kehilangan dengan sosok beliau, dia tidak hanya sebagai teman bertukar fikiran, tapi lebih dari itu, Prof Bahtiar bagi saya adalah sebagai seorang Abang, orang tua yang senantiasa memberikan tunjuk ajar kepada kami yang muda-muda," ungkap Ical sahabatnya.

(Ardian)
 
Top