{[["☆","★"]]}
H. Fauzi Bahar Bersama Warga Minang Batam
BATAM I KEJORANEWS.COM : Letnan Kolonel (Letkol) Laut Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si mewakili masyarakat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang terdiri dari berbagai suku di Indonesia, khususnya suku minangkabau - Sumatera Barat. Senin, (04/11/2019)

Selanjutnya, dengan Gelar Datuk Nan Sati dan juga seorang tokoh politikus yang pernah menjadi Wali kota Padang, bersama perwakilan dari Ikatan Keluarga Sumatera Barat (IKSB) Kepri, Bunda Kanduang, Ikatan Keluarga/IK se-Sumatera Barat di Batam.

Mengembalikan berkas pencalonan sebagai Bakal calon Wakil Geburnur Kepulauan Riau ( Wagub Kepri) ke partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kepri, di Batam Centre - Batam.

"Kenapa saya memilih nomor dua, karena saya pendatang baru, siapa pun yang menjadi pasangan saya tidak akan menjadi kompotitor mereka, dan saya sudah mengerti apa maunya orang nomor satu, serta menjadi pemimpin harus siap dipimpin," terangnya.

Dalam penyampaian visi misi diantaranya meningkatkan potensi kemaritiman, perdagangan menciptakan/membuka lapangan pekerjaan kedepannya, untuk anak dan keponakan. Lanjutnya, Kepri ini adalah kelautan, dan konon kekayaan alamnya sama, laut dan darat.

"Kepri sangat beruntung dengan laut yang sangat luas, dan di dalam Al-Qur'an (kitab suci umat muslim) juga banyak menceritakan tentang kelautan dan sedikit tentang darat," ungkapnya.

Penyampaian Visi Misi Balon Wagub Kepri
Ia menjelaskan, walau dengan terdapatnya pertanian, namun lebih menguntungkan di laut. Karena di laut, nelayan bisa menangkap ikan tanpa harus menunggu waktu seperti memanen hasil pertanian, harus menunggu paling kurang 3 bulan baru menghasilkan, sementara dilaut tanpa harus di jaga, kasih pupuk/makanan, tiap hari bisa memanen.

Hanya saja, bagaimana caranya para nelayan ini. Dimana terdapat perputaran bumi 15 hari ada bulan, dan 15 hari tidak ada bulan, sementara ada bulan nelayan tidak bekerja, dan ketika tidak ada bulan baru melaut.

"Jadi karena itu, peningkatan perekonomian nelayan kita tidak ada pernah naik/miskin. Oleh karena itu, kita mencari  cara bagaimana di waktu nelayan tidak bisa melaut tapi bisa tetap menangkap ikan/bekerja. Untuk itulah saya mencalonkan diri," katanya.

Potensi kepri, menurutnya. Belum lagi, dipulau-pulau yang terdapat  terumbu karang, dan tumbuhan laut lainnya. Oleh nelayan diambil dan di jual. Sementara jika dirawat bisa di jual tiap hari, dengan mendatangkan/menawarkan  kepada wisatawan untuk menikmati keindahan alam bawah laut dengan berbagai sarana (menyelam, Diving, dll).

"Potensi kelautan kita cukup besar, dan Industri wisata tidak akan habis bahan bakunya, walau negeri ini terpuruk ekonominya namun kunjungan wisata tetap ada, malah lebih banyak. Untuk itulah kita bersinergi, karena berbatasan dengan 7 negara," ungkapnya.

Terkait perdagangan. Ia melanjutkan, selain minyak, gas, dan lainnya (Sumber Daya Alam/SDA), salah satunya kebutuhan akan ikan sangat tinggi bagi negara tetangga, salah satunya Singapura, untuk itu bagaimana dapat menciptakan pelatihan kepada anak-anak muda supaya dia kreatif. Karena konsumen sudah ada.

"Tenaga kerja, pekerja kita diluar negeri dibayar murah, seperti di negara Arab Saudi di jadikan pembantu, belum lagi negara lain kebanyakan pekerja kita dijadikan orang nomor kelas 3, 4 sementara pekerja dari negara Vietnam, Filiphina, India apalagi masih diatas Indonesia," ungkapnya.

"Sementara tenaga kerja kita bagus-bagus, hanya saja komunikasinya kurang, inilah pentingnya bahasa inggris sejak dini. Kita lemah dalam berkomunikasi yaitu berbahasa inggris," pungkasnya, dilanjutkan penandatanganan dan penyerahan berkas Balon Wagub Kepri dan di terima langsung oleh Ketua tim Penjaringan kepala daerah Nasdem Kepri.



Andi Pratama
 
Top