{[["☆","★"]]}
Wabup M. Nizar Beri Kata Sambutan -
LINGGA I KEJORANEWS.COM : Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis ) dengan seluruh aparat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga. Kamis (12/9/2019).

Pada kegiatan yang diadakan di  Gedung Nasional Dabo Singkep ini, Wakil Bupati (Wabup) Lingga M. Nizar yang membuka kegiatan mengatakan, bahwa kegiatan diadakan agar tidak terjadinya tumpang tindih kegiatan pemerintah desa dan pemerintah kabupaten.

“Tujuannya agar tidak terjadi tumpang tindih program kegiatan antara Pemkab dengan pemerintah desa, dan menyelaraskan kegiatan desa dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD),” katanya.

Wabup berharap forum Rakernis hendaknya dimanfaat untuk membahas permasalahan- permasalahan yang dialami oleh pemerintah desa, baik itu menyangkut perencanaan, pengelolaan dan pengawasan penyelenggaraan administrasi serta pengelolaan keuangan desa.

“Ini penting dilakukan, sehingga ada solusi untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa,” ujar M.Nizar.
Photo Bersama 


Dikatakannya, kepala desa beserta perangkatnya merupakan ujung tombak pemerintah daerah yang memberi pelayanan terhadap masyarakat dan melaksanakan pembangunan di wilayahnya masing-masing.

“Sebagai ujung tombak pemerintahan, kepala desa dan BPD harus lebih meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mengenai penyelenggaraan pemerintah desa serta aktif berkonsultasi dengan camat atau instansi terkait terutama mengenai administrasi, keuangan dan aset desa. Sebagai ujung tombak pemerintahan, kepala desa dan BPD tidak boleh berdiri di atas kepentingan satu kelompok dan golongan. Seperti dalam penyusunan struktur organisasi pemerintahan atau perangkat desa harus memperhatikan kepentingan masyarakat banyak. " Tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis)  DPMD Lingga, Dodi Suhendra menyampaikan bahwa dalam forum tersebut peserta akan dibimbing teknis bagaimana menggunakan aplikasi Siskeudes 2.0 2.

“ Aplikasi Siskeudes 202 ini sudah disosialisasikan namun dalam hal ini akan dipilih secara teknis bagaimana penyesuaian terhadap pengguna aplikasi itu supaya dapat diaplikasikan oleh para operator Siskeudes di desa maupun di kecamatan. Untuk kita sama-sama pahami dan kita ketahui bahwa aplikasi ini sudah beberapa kali mengalami perbaikan dan perubahan.  Ke depan aplikasi ini juga akan terus diperbaiki menyesuaikan dengan perkembangan pengelolaan keuangan desa, ” ungkap Dodi.


Mardian
 
Top