{[["☆","★"]]}
Kapolda Kepri pada Apel Harkitnas ke 111
BATAM I KEJORANEWS.COM : Kapolda Kepri, Irjen Pol Andap Budhi Revianto S.I.K menyampaikan dalam situasi pasca pesta demokrasi, menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat Indonesia. Senin, (20/05/2019)

"Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam Pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita. Alhamdulillah, sampai sekarang ini tahap-tahapan Pemilu berlangsung dengan lancar." Ungkapnya.

Hal tersebut, disampaikannya pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 111, bertema "Bangkit Untuk Bersatu", kebangkitan untuk persatuan. Dan dihadiri oleh Wakapolda kepri, Irwasda Polda Kepri, Para Pejabat Utama Polda Kepri, Personil Polda Kepri, di Lapangan Polda Kepri, Nongsa - Batam.

Sambung, Kapolda mengatakan bangsa ini adalah bangsa yang besar, yang telah mampu terus menghidupi semangat persatuannya selama berabad-abad. Kuncinya ada dalam dwilingga gotong-royong.

"Menurut Bung Karno gotong-royong adalah pembantingan-tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjuangan bantu-binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua, itulah gotong royong," katanya.

Ia melanjutkan, sebagaimana diserukan oleh bapak Presiden Joko Widodo pada pidato di depan sidang tahunan majelis MPR RI tahun 2018 lalu, melalui petuah - petuah adat di nusantara.

"Dari Ranah Minang kita diimbau dengan petuah ''barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang''. Tanah Sunda  ''sacangreud pageuh, sagolek pangkek''. Bumi anging mamiri kita bersama-sama belajar ''reso temmangingi, nama-lomo, nale-tei, pammase dewata'',"terangnya.

"Bumi gora, kita diminta ''bareng bejukung, bareng bebose''. Banua banjar kita bersama-sama menjunjung ''waja sampai kaputing''. Semua menganjurkan bekerja secara gotong royong." Ungkapnya.

Diakhir penyampainnya, Irjen Pol. Andap Budhi Revianto S.I.K menuturkan dengan bertumpu pada kekuatan jumlah sumber daya manusia dan populasi pasar, Indonesia diproyeksikan akan segera menjemput harkat dan martabat baru dalam aras ekonomi dunia.

"Kita harus jaga agar suasana selalu kondusif penuh harmoni dan persatuan. Memaknai peringatan kali ini dengan memperbarui semangat gotong-royong dan kolaborasi, sebagai warisan kearifan lokal yang akan membawa kita menuju kejayaan di pentas global. Indonesia bangkit, Indonesia bersatu," Pungkasnya.





Andi Pratama
 
Top