{[["☆","★"]]}
Yemeni armed forces spokesman Brigadier General Yahya Saree speaks
at a press conference in the Yemeni capital of Sana'a,
on December 31, 2018. (Photo by AFP)-
YAMAN I KEJORANEWS.COM : Setidaknya 190 tentara bayaran Saudi telah terbunuh atau terluka di kota Sa'ada Yaman, di mana serangan besar-besaran oleh kerajaan digagalkan oleh tentara Yaman, kata juru bicara angkatan bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree.

Menurut Brigadir Jenderal Yahya Saree, pasukan Yaman menggagalkan serangan pimpinan Saudi di Distrik Baqim, menewaskan 90 tentara bayaran dan melukai sedikitnya 100 lainnya. Jumat (29/3/2019).

Dia mengatakan pasukan Yaman juga membersihkan daerah tinggi Naseh dari tentara bayaran Saudi.

Pada hari Minggu (24/3), Saree mengatakan para pejuang Yaman telah menewaskan sedikitnya 20 tentara Saudi dalam serangan balasan ketika perang mematikan rezim Riyadh melawan Yaman (tetangga selatan yang miskin) memasuki tahun kelima.

Serangan oleh tentara Yaman dan Komite Rakyat menargetkan dua pangkalan militer di kota Jizan di Saudi selatan, katanya.

Kemudian pada hari Senin di wilayah Najran yang terletak 844 kilometer selatan ibukota Saudi, Riyadh, beberapa anggota milisi yang dibayar Saudi tewas dalam serangan Yaman terhadap posisi mereka.

Tentara Yaman dan prajurit mereka menyusup ke daerah-daerah yang dikuasai milisi di pinggiran pangkalan militer al-Sadis, memicu meledaknya beberapa bom.

Secara terpisah, pasukan Yaman melancarkan rentetan putaran artileri pada pertemuan pasukan Saudi di wilayah Asir kerajaan.

Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya meluncurkan kampanye yang menghancurkan terhadap Yaman pada 26 Maret 2015, dengan tujuan membawa pemerintah mantan presiden Yaman Mansur Hadi kembali berkuasa dan menghancurkan Ansarullah. Serangan itu awalnya terdiri dari kampanye pemboman, tetapi kemudian digabungkan dengan blokade laut dan pengerahan pasukan darat ke Yaman.

Pada ulang tahun keempat perang, jutaan rakyat Yaman turun ke jalan-jalan ibukota, Sana'a, dan kota-kota besar lainnya pada hari Senin (25/3) untuk menandai peringatan agresi Saudi.

Para demonstran membawa plakat dan bendera nasional Yaman, meneriakkan slogan-slogan melawan Arab Saudi, Israel dan AS, yang telah memberikan dukungan militer kepada invasi.

Menurut laporan oleh Proyek Konflik Lokasi dan Peristiwa Data Proyek (ACLED), sebuah organisasi penelitian konflik nirlaba, perang yang dipimpin Saudi sejauh ini telah merenggut nyawa sekitar 56.000 warga Yaman.

sumber : presstv.com
 
Top