ATB: Mengatasi Devisit Air, Segera Aktifkan Waduk Tembesi


ATB: Mengatasi Devisit Air, Segera Aktifkan Waduk Tembesi

Waduk Tembesi
BATAM I KEJORANEWS.COM : Ketersediaan air baku di Batam semakin terbatas. Kapasitas air bersih yang tersedia, tidak sebanding dengan kebutuhan yang terus meningkat. Sehingga berimbas kepada pelanggan, mengalami kekurangan suplai air di beberapa daerah. Selasa, (26/03/2019)

Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus mengatakan Batam sangat memerlukan sumber air tambahan untuk suplai air bersih. Tujuannya agar suplai air di wilayah ujung instalasi bisa terlayani. Waduk Tembesi yang diwacanakan sebagai sumber air masa depan sudah seharusnya beroperasi.

"Meningkatnya kebutuhan air bersih dari pelanggan rumah tangga termasuk kawasan industri di wilayah Tanjung Uncang, jadi tambahan tugas baru ATB. Ini sebuah tantangan, Batam saat ini masih bisa bertahan sementara. Harapannya pemerintah bisa menggesa kontrak kerja pengelolaan waduk Tembesi," katanya.

Ia melanjutkan, sementara itu proses produksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mukakuning, saat ini sudah sangat terbatas. Musim kemarau yang melanda Batam beberapa waktu terakhir, mempengaruhi perilaku konsumsi air bersih dipelanggan jadi meningkat.

"Untuk itu, membantu suplai air jangka pendek, ATB mengambil langkah strategis untuk mencukupi kebutuhan suplai air sementara. ATB berinvestasi miliaran rupiah di luar perjanjian konsesi dengan cara meningkatkan kapasitas produksi IPA Mukakuning," terangnya.

Dengan meningkatkan kapasitas produksi IPA Mukakuning, ia menjelaskan, hal ini untuk mengatasi sementara permasalahan suplai air di Batu Aji, Tanjung Ucang dan sekitarnya. Jangka panjangnya tetap menunggu waduk Tembesi untuk dioperasikan.

"Peningkatan kapasitas produksi IPA Mukakuning diharapkan bisa berjalan pada bulan Agustus 2019 mendatang. Terlebih saat ini suplai air di wilayah Batu Aji dan Tanjung Uncang sudah mengalami devisit. Keberadaan waduk Tembesi jadi sebuah pilihan yang harus diambil," ungkapnya.

Maria menambahkan, meningkatnya jumlah sambungan pelanggan rumah tangga maupun industri, mempengaruhi suplai air yang dialirkan. Bentuk upaya dan dedikasi yang ATB lakukan, sebagai bagian dari tanggung jawab memberikan pelayanan ke pelanggan. Meski secara kontrak, ATB akan segera berakhir pada 2020 nanti.

"Kami tentu punya rasa tanggung jawab, walau akan berakhir kami tetap memberikan pelayanan air bersih ke pelanggan. Lebih dari itu, untuk solusi agar air bersih di Batam bisa terpenuhi, waduk Tembesi segera jadi prioritas untuk diaktifkan," tutup Head of Corporate Secretary di Kantor Adhya Tirta Batam, Sukajadi - Batam.


(atm)
Lebih baru Lebih lama