![]() |
| Plang Proyek dan Kantor Kejari Batam |
Berdasarkan yang tertera pada papan plang diketahui, proyek rehabilitasi di SDN 001 Batam Kota memiliki nilai kontrak sebesar Rp398.500.000 dengan tanggal kontrak 11 Juli 2026 dan masa pelaksanaan selama 45 hari kalender.
Sementara itu, proyek rehabilitasi di SDN 002 Batam Kota memiliki nilai kontrak sebesar Rp396.500.000 dengan tanggal kontrak yang sama, yakni 11 Juli 2026, serta masa pengerjaan selama 45 hari kalender.
Dengan demikian, total nilai kedua paket pekerjaan yang dikerjakan oleh CV Karya Prima Sukses mencapai Rp795.000.000.Adapun pengawasan kedua proyek tersebut dilakukan oleh PT Sumber Reka Konsultan.
Fakta bahwa dua paket pekerjaan sekolah dengan waktu pelaksanaan yang bersamaan dikerjakan oleh satu perusahaan menimbulkan pertanyaan dari sejumlah pihak. Masyarakat berharap proses pengadaan, pelaksanaan pekerjaan, serta pengawasan proyek dilakukan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, kemampuan pelaksana dalam mengerjakan dua proyek secara simultan juga menjadi perhatian, mengingat target penyelesaian yang sama-sama ditetapkan selama 45 hari kalender.
Untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran terhadap aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah, publik berharap Kejaksaan Negeri Batam melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap proses penetapan pemenang, pelaksanaan pekerjaan di lapangan, serta kualitas hasil pekerjaan apakah telah sesuai spesifikasi serta sesuai dengan aturan yang berlaku. Jumat (31/7/2026).
Sebelumnya media ini dan tim Sekber Wartawan Indonesia DPW Provinsi Kepri melakukan survei lokasi langsung ke proyek dan awalnya hanya terfokus pada pembangunan atau rehablitasi ruang kelas guru,ruang kelas dan ruang Kepala Sekolah SDN 001 Batam.namun ternyata,saat bersamaan SDN 002 Batam Kota sama-sama sedang rehabilitasi dikerjakan perusahaan yang sama dan kedua proyek ini tidak memasang plang proyek.
Setelah dilakukan penelusuran ,media mendapat informasi perusahaan kontraktor yang mengajarkan dan kemudian menghubunginya mempertanyakan papan plang yang tidak kelihatan di lokasi.
Awalnya,pihak pelaksana yang disebut-sebut bernama Apeng berkata jika keduanya memiliki plang,namun belum dipasang dengan alasan sakit selama sekitar satu bulan.dan keesokan harinya papan plang kedua proyek terpajang dilokasi.
Tim SWI

Posting Komentar