Komisi 2 DPRD Anambas Gelar RDPU, HNSI Berharap Tol Laut Penambahan Kouta Kontainer Pendingin Dapat Terealisasi


Komisi 2 DPRD Anambas Gelar RDPU, HNSI Berharap Tol Laut Penambahan Kouta Kontainer Pendingin Dapat Terealisasi

Photo Bersama 
ANAMBAS I KEJORANEWS.COM : Terkait optimalisasi Kapal Tol Laut, khususnya penambahan kuota kontainer pendingin (reefer container), 
Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Anambas kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Bersama Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Anambas di ruang rapat lantai II, Kepulauan Anambas. Jumat, (27/02/2026).

RDP tersebut merupakan tindak lanjut dari RDP sebelumnya pada tanggal 09 Februari 2026 lalu.

Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Anambas, Ayub, saat rapat mengatakan
pada RDP sebelumnya rapat dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Anambas, Yusli YS.

" Saya harapkan dari para intansi terkait bisa memberi penjelasan, masukan dan saran agar menjadi keputusan dan kesepakatan bersama. Jika memungkinkan kita berjuang bersama - sama ke Jakarta," ujarnya.

Pada rapat ini, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUMPP) Kabupaten Kepulauan Anambas, Japrizal, menyebutkan bahwa pihaknya telah menindaklanjutinya.

"Sejauh ini kita sudah melayangkan surat dan dimana surat dari kepala daerah juga telah dibalas oleh Direktur Logistik Dirjen Perdagangan Dalam Negeri serta berdasarkan keputusan Dirjen Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan sesuai ketentuanya terkait permohonan penambahan kuota container itu dapat disampaikan kepada Direktorat lalulintas dan angkutan laut, kemudian dengan menyertakan data dukung sehingga dapat menjadi pertimbangan," ujarnya 

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Anambas, Nurullah, mengatakan, seperti yang disampaikan surat balasan yang dibacakan Kadis DKUMPP Anambas tersebut, tentunya pemerintah daerah sangat mendukung untuk kepentingan masyarakat Anambas.

"Sebagaimana surat balasan tersebut, artinya, dalam mengusulkan meminta penambahan kuota kontainer Tol Laut  tentunya kita harus juga melengkapi dengan data. Data jumlah muatan dari Anambas yang akan balik Jakarta, khususnya reefer container sebagaimana permintaan kita terhadap penambahan kuota reefer container," ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (DPPP) Kepulauan Anambas, Arcan Iskandar, mengatakan bahwa berdasarkan data DP3 Anambas, hasil dari tangkapan nelayan di Kepulauan Anambas mulai dari bulan Desember 2025 sebanyak 79,121 Ton dan sedangkan untuk di bulan Februari 2026 sebanyak 112 Ton yang dibawa ke Jakarta menggunakan Kapal ABG Kepri.

Sementara itu, Koordinator Pengawasan (Korwas) PSDKP Anambas, Hadi Puspito, menambahkan terkait muatan yang diawasi dari pihaknya dari tahun 2025 hasil tangkapan nelayan kepulauan Anambas secara keseluruhan terangkut keluar dari Anambas ke daerah lain seperti di Jakarta, Palembang, dan  Kalimantan. 

"Kami mendapati bahwasannya dalam satu bulan di tahun 2025 itu rata - rata sebanyak 200 Ton lebih yang terangkut dari Anambas keluar daerah. Di bulan Januari 2025 kami mengawasi ada sebanyak 84 Ton lebih, kemudian di bulan Februari 48 Ton, kemudian di bulan Maret 102 Ton, bulan April 110 Ton lebih, bulan Mei 408 Ton, bulan Juni 593 Ton, bulan Juli 516 Ton, bulan Agustus 240 Ton, bulan September 144 Ton, bulan Oktober 154 Ton, bulan November 380 Ton, dan bulan Desember 544 Ton. Jadi kami sampaikan bahwasannya jumlah muatan itu banyak di bulan Mei, Juni, dan Juli. Itu yang perlu diantisipasi yang artinya ada bulan tertentu di mana ikan tersebut dari hasil tangkapan nelayan Anambas meningkat drastis. Kendati demikian memungkinkan di bulan lainnya juga banyak lantaran hasil tangkapan nelayan Anambas tidak bisa terangkut semua," ujarnya.

Ketua HNSI Anambas, Agustar, menegaskan bahwa optimalisasi Tol Laut bukan sekadar wacana tambahan fasilitas, melainkan kebutuhan mendesak bagi keberlangsungan ekonomi nelayan.

Menurutnya, selama ini nelayan kerap menghadapi dilema ketika hasil tangkapan melimpah namun kapasitas pengiriman terbatas. Kondisi tersebut berimbas pada turunnya harga jual di tingkat nelayan karena distribusi tidak maksimal.

“Tol Laut ini adalah nafas bagi nelayan Anambas. Kalau kuota kontainer pendingin tidak ditambah, sementara produksi terus meningkat, maka nelayan akan dirugikan. Kami berharap ada kebijakan yang berpihak dan percepatan realisasi sebelum musim timur benar-benar tiba,” tegas Agustar.


Fitrahadi, S.H, Advokasi DPC HNSI Anambas berharap RDP tersebut menghasilkan output yang bisa dijalankan oleh eksekutif dan DPRD Anambas terus mengawal dan mendorongnya.

" Sekarang kita sudah di bulan Februari dan habis lebaran kita sudah memasuki Musim Timur. Andai kata 1 Bagan bisa mencapai 100 KG bahkan pernah sampai 500 kg, sementara di Anambas ada ratusan Nelayan Bagan yang beroperasi." Semoga penambahan Kouta dapat segera terealisasi. " Harapnya.

Yuni S

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama