![]() |
| Juru Kunci saat sedang menunjukkan batu tulis zaman pra-aksara |
Nyai Iming, juru kunci petilasan Pasir Cabe, menyampaikan bahwa tempat tersebut, tempat mereka singgah, berkumpul, serta menyebarkan ajaran agama Islam (disebut "nipis" dalam bahasa Sunda) selama perjalanan dakwahnya, bukan sebagai makam.
" Waktu jaman kerajaan tempat ini merupakan tempatnya berkumpul mereka dalam menyebarkan agama Islam," ucap Juru Kunci pada media, Jumat (16/1/2026).
Nama "Pasir Cabe" sebenarnya bukan nama asli kawasan ini, melainkan digunakan sebagai penyamaran pada masa lampau untuk melindungi lokasi dan menjaga kesakralannya, sedangkan nama aslinya belum sepenuhnya diumumkan.
" Nama asli tempat ini belum waktunya kami umumkan ya, nanti kalau sudah waktunya kami umumkan," ujarnya.
Di kawasan ini juga terdapat beberapa peninggalan seperti batu petilasan kembar, batu berbentuk telapak kaki besar, batu tapak dengan bekas kaki hewan, dan batu tulis yang diduga merupakan coretan tangan mereka dari zaman pra-aksara, meskipun banyak di antaranya telah rusak akibat coretan pengunjung.
Nyai Iming juga menyatakan bahwa tidak semua orang diperkenankan memasuki area inti petilasan, hanya mereka yang memahami adab dan tujuan ziarah saja, serta saat ini informasi terkait petilasan masih dalam tahap penelitian dan belum waktunya untuk dibuka secara lengkap.
Meskipun demikian, informasi rinci mengenai masa kerajaan mana mereka aktif, metode dakwah yang digunakan, serta kontribusi lebih lanjut dalam penyebaran Islam di wilayah tersebut masih terbatas dan belum banyak terdokumentasi secara resmi.
Saat ini, situs Pasir Cabe tengah dikembangkan menjadi destinasi wisata alam dan religi dengan memperbaiki akses jalan serta menjaga kelestarian situsnya.
Kepala Desa Karyamukti, Fikri Aditya turut mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya dan sejarah agama.
" Saya berharap dengan adanya tapak tilas ini, generasi muda dapat lebih menghargai jasa para tokoh agama dan semakin kuat dalam memegang teguh ajaran agama Islam," singkatnya.
ASEP

Posting Komentar