Lomba Esai di MAN 2, Embrio Komunitas Penulis Kemenag Kota Malang


Lomba Esai di MAN 2, Embrio Komunitas Penulis Kemenag Kota Malang

 

Gus Shampton diantara para pemenang Lomba Esai di MAN 2

MALANG | KEHORANEWS.COM: Lomba Menulis Esai telah sukses digelar Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang di MAN 2 Kota Malang. Dilaksanakan dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ke-80, lomba menulis tersebut tak sekadar menjadi ajang kompetisi. Lebih dari itu, kegiatan ini diproyeksikan sebagai embrio lahirnya Komunitas Penulis Kemenag Kota Malang, sebuah ruang bersama untuk menumbuhkan budaya literasi di lingkungan ASN dan non ASN Kemenag kota Malang.

Kepala Kantor Kemenag Kota Malang, Achmad Shmapton, S.HI, M.Ag, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme peserta yang mengikuti lomba esai perdana tersebut. Menurutnya, banyak peserta yang mulai berani mengekspresikan pengalaman batin, refleksi pengabdian, dan perjalanan personal selama bertugas melalui tulisan.

“Alhamdulillah, saya senang sekali. Banyak teman-teman yang mulai tergerak untuk menulis. Bahkan ada usulan agar dibentuk komunitas menulis supaya bisa berlatih bersama,” ujar Shmapton.

Ia menegaskan bahwa menulis merupakan bagian penting dari tradisi intelektual Islam. Sejarah mencatat, banyak ulama besar dikenal dunia karena karya-karya tulisnya yang melampaui ruang dan waktu.

“Menulis adalah salah satu khazanah ulama-ulama kita di masa lalu. Inilah yang ingin kita bangun kembali di Kementerian Agama. Peringatan HAB tidak hanya seremonial, tapi harus produktif dan bermakna,” tegasnya.

Beragam karya peserta dinilai mampu menghadirkan kejujuran, ketulusan, bahkan keberanian dalam mengungkapkan isi hati. Hal tersebut menjadi indikator kuat bahwa potensi literasi di lingkungan Kemenag Kota Malang sangat besar untuk terus dikembangkan.

“Tulisan-tulisan ini kelak bisa dibaca oleh generasi setelah kita. Dari sanalah nilai pengabdian itu akan hidup lebih lama,” imbuh Shmapton.

Lomba esai ini dinilai oleh empat lapis dewan juri, yakni Anis Hidayatie (Ketua Komunitas Menulis Buku Indonesia, editor buku, pimpinan JatimSatuNews), Saifullah Syahid (penulis dan redaktur Maiyah.com), Gus Ahmad Bayhaqi Kadmi (kolumnis, humorolog, editor Expert Times Indonesia), serta Kepala Kemenag Kota Malang sendiri.

Salah satu juri, Gus Bayhaqi Kadmi, menjelaskan bahwa esai merupakan tulisan nonfiksi yang berisi renungan, kritik, dan wacana tentang suatu persoalan, termasuk pengalaman personal.

“Esai harus utuh dari awal hingga akhir. Penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Dari gaya bahasa, sudut pandang, hingga kejutan dalam tulisan, kami menemukan karya-karya yang mampu mengharukan, menggelitik, sekaligus membekas,” ujarnya.

Dari seluruh karya yang masuk, dewan juri menetapkan enam pemenang terbaik, yaitu Luluk Mufidah, Rachmawati, Ema F.A., Handri S., Heri Mulyo Cahyo, dan Eka Wijayanti, S.S.

Karya-karya tersebut dinilai memiliki kekuatan reflektif, kejujuran narasi, serta pesan pengabdian yang relevan dengan semangat Kemenag.

Melalui lomba ini, Kemenag Kota Malang berharap budaya menulis tidak berhenti pada satu momentum HAB semata, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan melalui Komunitas Penulis Kementerian Agama, sebagai ruang belajar, berbagi, dan merawat peradaban lewat aksara.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama