Dugaan Korupsi di Sekretariat Bagian Umum Pemkab Tubaba, 2 Item Pengadaan Dinilai Tak Masuk Akal


Dugaan Korupsi di Sekretariat Bagian Umum Pemkab Tubaba, 2 Item Pengadaan Dinilai Tak Masuk Akal

 



Tubaba, kejoranews.com


Sekretariat Bagian Umum Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) telah membelanjakan sekitar 30 miliar lebih Aanggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) pada tahun 2025.


Puluhan miliar itu diketahui dihabiskan guna penyediaan 219 paket, serta 97 pengadaan swakelola pada Bagian Umum sekaligus seluruh Bagian Sekretariat Daerah lainya.


Namun, terkhusus pada Bagian Umum terdapat sejumlah item belanja yang telah menyita perhatian publik. Contohnya, Penyediaan Pakaian Dinas dan Atribut Kelengkapan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah senilai 164.000.000 juta rupiah.


Lantaran dana yang dihabiskan untuk Belanja pakaian serta atribut Bupati dan Wakil Bupati itu dinilai cukup fantastis, munculah teka-teki publik yang berspekulasi apakah seragam tersebut bermerek brand mahal seperti Dior atau Gucci?.


Selain itu, kegiatan yang turut menuai sorotan publik lainnya yakni, Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Survenir/Cindera Mata dengan pagu anggaran sebesar 295.000.000 juta rupiah.


Kuat dugaan, kedua kegiatan diatas telah dijadikan suatu lahan untuk pejabat yang terlibat guna meraup keuntungan pribadi dengan modus melakukan penggelembungan anggaran (Mark Up).


Saat dikonfirmasi Wartawan diruang kerjanya, Kepala Bagian (Kabag) Umum Pemkab Tubaba, Yusri Akil, didampingi dua bawahnya menjelaskan, pure dana yang dihabiskan untuk belanja kedua kegiatan diatas ialah tidak sesuai dengan anggaran yang tercantum di aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP).


"Yang tercantum dilaporan SIRUP itu dana kotornya, aslinya gak segitu dan juga itu belum dipotong pajak PPh-PPN, serta potongan efisensi sesuai kebijakan Menteri Keuangan," ujar Akil. Rabu, (14/01/2025).


Selain berdalih pada potongan pajak PPh dan PPN serta Efesiensi, Akil juga beralasan bahwa terdapat sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) pada dua kegiatan diatas. Namun, saat ditanya berapa total keseluruhan dana SILPA tersebut, Akil enggan menjawabnya dengan alasan klasik yaitu lupa.


Alasan Akil tersebut tentunya tak dapat diterima akal sehat. Betapa tidak, laporan pertanggungjawaban itu padahal baru saja usai dilakukan dalam kurun waktu kurang dar satu bulan yang lalu.


Akil juga sempat berupaya memberhentikan upaya Wartawan untuk mengkonfirmasi lebih jauh terkait detail rincian penggunaan anggaran kedua kegiatan diatas dengan cara mengiming-imingi suatu imbalan yang dapat membungkam kebebasan Pers.


"Saya lupa SILPA berapa. Ya kalau ada mau coba ngobrol dulu lah jangan langsung kek gini," tandas Akil.


Guna membongkar dugaan praktik korupsi yang tersistematis ditubuh Bagian Umum Pemkab Tubaba, awak media akan berupaya berkordinasi kepada pihak Inspektorat atupun Aparat Penegak Hukum (APH) melalui Kejari dan Bagian Tipikor Polres setempat.


(Ilham)

Editor : Bangkyy

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama