![]() |
| Dapna Zema Wibangga saat jadi maskot |
Pengalaman langka itu tentu sangat berarti bagi Dapna dan keluarga.
Zema, putra pasangan Adjat Sudrajat dan Erna, menjadi satu dari ratusan anak yang lolos seleksi untuk berkesempatan turun ke lapangan bersama para pemain idolanya. Momen tersebut menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Zema, yang selama ini hanya mengenal Persib melalui layar televisi.
Dengan wajah penuh antusias, Zema siswa SDN 1 Negeri Banjar melangkah ke lapangan sambil menggenggam tangan pemain Persib. Gemuruh ribuan penonton di stadion menjadi latar langkah kecilnya. Untuk sesaat, ia berdiri sejajar dengan para bintang sepak bola yang selama ini ia kagumi.
Kebanggaan itu tidak hanya dirasakan oleh Zema, tetapi juga oleh kedua orang tuanya. Ayah Zema, Adjat Sudrajat, mengaku terharu melihat putranya mendapatkan kesempatan tersebut.
“Kami sebagai orang tua tentu sangat bangga. Ini pengalaman luar biasa bagi anak kami. Tidak semua anak bisa merasakan hal seperti ini,” ujar Adjat, Rabu (7/1/2026) di salah satu Caffe di Banjar.
Hal senada disampaikan Erna, ibu Zema. Ia mengungkapkan bahwa kecintaan Zema terhadap sepak bola, khususnya Persib Bandung, sudah terlihat sejak kecil.
“Zema memang suka sepak bola. Ketika tahu dia terpilih menjadi player escort, saya benar-benar terharu. Ini seperti mimpi yang jadi kenyataan,” kata Erna.
Lebih dari sekadar pengalaman pribadi, keikutsertaan Zema juga membawa kebanggaan tersendiri bagi Kota Banjar. Zema tercatat sebagai satu-satunya anak asal Kota Banjar yang terlibat langsung dalam laga internasional tersebut. Meski perannya sebagai player escort, kehadirannya dinilai memiliki makna simbolis bagi daerah asalnya.
Peran player escort kerap dipandang sederhana. Namun bagi anak-anak pencinta sepak bola, kesempatan tersebut merupakan impian besar. Pengalaman mendampingi pemain idola di laga internasional menjadi motivasi dan inspirasi tersendiri.
Kisah Zema menjadi bukti bahwa mimpi anak-anak daerah dapat terwujud. Dari Kota Banjar, langkah kecil Zema di lapangan internasional menjadi pengingat bahwa kesempatan bisa datang kepada siapa saja, selama mimpi tetap dijaga dan kesempatan dimanfaatkan dengan baik.
ASEP

Posting Komentar