![]() |
| Kepala Kejari Kota Banjar, Lukman Hakim memberikan sambutan |
Acara yang berlangsung di pelataran parkir Kejaksaan Negeri Kota Banjar ini bertujuan meningkatkan keterbukaan informasi publik dan membangun sinergi antara Kejari Kota Banjar dengan insan pers. Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta koordinasi dan kolaborasi yang baik dalam rangka penegakan hukum dan pengawasan internal di lingkungan pemerintah daerah.
Kegiatan NGOPI (Ngobrol Pintar) Bareng Sahabat Jurnalis menjadi ruang komunikasi informal yang mempertemukan jajaran Kejari Kota Banjar dengan para jurnalis dari berbagai media.
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar, Lukman Hakim, hadir langsung didampingi pejabat struktural. Suasana santai namun substansial mewarnai dialog yang berlangsung terbuka dan interaktif, memungkinkan diskusi yang produktif dan membangun hubungan yang lebih baik antara Kejari dan insan pers.
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar, Lukman Hakim, menyampaikan bahwa peran media dalam menyampaikan informasi kinerja Kejaksaan kepada masyarakat sangat penting. Katanya kejaksaan tanpa media yang profesional dan berimbang dalam upaya membangun kepercayaan publik akan kurang optimal. Dengan demikian, kerja sama antara Kejaksaan dan media sangat krusial untuk menciptakan transparansi dan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
" Media merupakan mitra strategis Kejaksaan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Dengan kerja sama yang baik, saya harapkan informasi yang disampaikan dapat akurat dan tepat sasaran, sehingga masyarakat dapat memahami kinerja dan peran Kejaksaan dengan lebih baik," ucapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sinergitas antara Kejaksaan dan media sejalan dengan arahan Kejaksaan Agung RI yang mendorong keterbukaan informasi publik. Dengan media masyarakat bisa mengetahui capaian kinerja dan program Kejaksaan secara transparan.
" Dengan demikian, kerja sama ini saya harapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik dan mewujudkan transparansi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan.
Lanjutnya, Kejaksaan tidak alergi terhadap kritik, asalkan disampaikan secara objektif dan berdasarkan fakta. Kritik yang disampaikan secara profesional dapat menjadi bahan evaluasi internal untuk perbaikan kinerja pihaknya.
"'Kritik kami pandang sebagai kesempatan untuk belajar dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kritik yang konstruktif sangat dibutuhkan untuk memperbaiki kinerja dan pelayanan Kejaksaan. Dengan menerima dan menindaklanjuti kritik yang membangun, Kejaksaan dapat terus meningkatkan kualitas dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat." Jelasnya.
Kejari Kota Banjar berupaya membangun hubungan yang humanis dengan media tanpa mengurangi profesionalisme dan independensi masing-masing pihak.
" Saya menekankan bahwa Kejaksaan tetap menghormati peran pers sebagai pilar demokrasi yang memiliki fungsi kontrol dan pengawasan, sehingga kerja sama dapat terjalin dalam suasana yang harmonis dan konstruktif," jelas Lukman Hakim.
Lukman Hakim menegaskan bahwa Kejaksaan menghormati independensi media dan berharap hubungan ini dibangun atas dasar saling percaya. Dengan demikian, kerja sama antara Kejaksaan dan media dapat berlangsung efektif dan produktif dalam membangun kesadaran hukum dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Forum tersebut menjadi wadah penting bagi para jurnalis untuk menyampaikan pandangan, kritik, dan masukan terkait pola komunikasi, pelayanan informasi publik, dan transparansi kinerja Kejaksaan. Ini merupakan bagian dari kontrol sosial yang efektif untuk memperbaiki kualitas pelayanan institusi penegak hukum, sehingga Kejaksaan dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan meningkatkan akuntabilitasnya.
ASEP

Posting Komentar