Semangat Sumpah Pemuda, Forum Wartawan Maritim Dibentuk di Kepri


Semangat Sumpah Pemuda, Forum Wartawan Maritim Dibentuk di Kepri

Semangat Sumpah Pemuda, Forum Wartawan Maritim Dibentuk di Kepri
Penyampaian Kedubes AS via Zoom Meeting

BATAM I KEJORANEWS.COM : Usai mengikuti pelatihan jurnalistik maritim berwawasan kebangsaan. Dan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, wartawan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mendeklarasikan pembentukan Forum Wartawan Maritim Kepri.

Selaku Koordinator Forum Wartawan Maritim Kepri, Saibansah Dardani menyampaikan bahwa spirit Sumpah Pemuda menginsipirasi peserta pelatihan untuk mendeklarasikan Forum Wartawan Maritim Kepri.

"Terdapat 150 orang wartawan di Kabupaten dan Kota, Forum ini concern pada 6 poin terkait permasalahan maritim di Kepri," terangnya yang juga sebagai deklator pertama.

Berikut, enam poin Forum Wartawan Maritim:
Poin 1, Wartawan Maritim Kepri concern dengan peristiwa yang terjadi di perairan Kepri.
Poin 2, Wartawan Maritim Kepri mendukung kebijakan yang menstimulus begeraknya perekonomian perbatasan, diantaranya, pendirian Kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perikanan di setiap kabupaten/kota se-Provinsi.
Poin 3, Wartawan Maritim Kepri concern terhadap kerusakan lingkungan di pesisir.
Poin 4, Wartawan Maritim Kepri mendesak pemangku kepentingan menyusun blueprint arah pengelolaan laut Kepri pasca Covid-19.
Poin 5, Wartawan Maritim Kepri concern pada penguatan pengawasan dan SDM aparat dalam melindungi lautan Kepri dari pelanggaran kapal illegal fishing.
Poin 6, Wartawan Maritim Kepri mendesak pemerintah daerah dan DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan) untuk melakukan rembuk bersama mencari regulasi menjadikan Natuna sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Perikanan.
Panitia dan Peserta Pelatihan
Berikutnya,  Kedubes AS, Michael Quinlan menyampaikan apresiasinya kepada para wartawan di Provinsi Kepri yang telah mendeklarasikan Forum Wartawan Maritim Kepri.

"Kami dari Kedutaan Besar Amarika Serikat di Indonesia mengapresiasi para wartawan di Kepri yang telah mendeklarasikan Forum Wartawan Maritim Kepri. Karena itu membuktikan bahwa kalian telah membangun jaringan yang kuat," terangnya.

Lanjutnya, dukungan Kedubes AS pada kegiatan pelatihan wartawan perbatasan Kepri ini adalah bukti hubungan baik antara pemerintah Amerika dengan pemerintah Indonesia.

"Kami juga memiliki pandangan yang sama untuk mengawal prinsip-prinsip kedaulatan dan keamanan maritim," terangnya yang diterjemahkan oleh Wuri Parmaitri dari Kedubes AS.

Dalam penutupan, dihadiri oleh Atase Pers Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS), Ketua Jurusan Komunikasi UPN 'Veteran' Yogyakarta, Dr. Agung Prabowo, Direktur Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan (LPKW) UPN 'Veteran' Yogyakarta, Susilastuti dan para pemateri serta undangan lain, via Zoom Meeting, (28/10).

Dalam penutupan, pelatihan yang dimulai dari tanggal 20 - 28 Oktober 2021. Terdiri dari:
Zona-I, Batam-Tanjungpinang.
Zona-II, Karimun-Lingga.
Zona-III, Natuna-Anambas.
Peserta Pelatihan
Berikut hasil liputan kolaboratif karya ilmiah yang dilakukan oleh para wartawan di tiga zona, dalam judul:

"Tradisi Pencemaran Limbah Minyak di Laut Bintan", "Poros Maritim Dunia di Selat Malaka, Potensi Sekaligus",  "Ancaman. Batam Bisa Menjadi Pusat Kargo Dunia", "Nasib Nelayan Kepulauan Riau di Negeri Maritim", "Harta Karun, Potensi Bawah Laut Kepri yang Terabaikan".

"Potret Nelayan Sempadan di Masa Pandemi Covid-19",  "Simalakama Megaproyek Pelabuhan Malarko", "Membuka Gembok Regulasi Khusus Importasi di Beranda Negeri",  "Kepri Masih Jadi Jalur "Seksi" Penyelundupan Narkoba".

"Menanti Aliran Cuan dari Rumput Laut Kepulauan Riau", "Pelabuhan Malarko, Besar Dianggarkan hanya Sebatas Hayalan", "Nelayan Natuna Tereliminasi di Lumbung Ikan Lautan Utara", "Kapal Perang Asing di Balik Ilegal Fishing".

"Lupa Manfaatkan Potensi Laut, Ilegal Fishing Timbulkan", "Dampak Ekonomi dan Sosial Bagi Masyarakat Natuna", "Nasib Nelayan Perbatasan Anambas Kian Memprihatinkan", "Covid Mengganas, Ekonomi Masyarakat Maritim Tergilas".


Andi Pratama

Lebih baru Lebih lama