Perkembangan Covid-19 di Batam, Makin Cepat Menuju Zona Hijau


Perkembangan Covid-19 di Batam, Makin Cepat Menuju Zona Hijau

Perkembangan Covid-19 di Batam, Makin Cepat Menuju Zona Hijau
Data Covid-19 Batam
BATAM I KEJORANEWS.COM :Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Batam mendata tersisa 92 pasien Covid-19 yang masih dirawat hingga 19 Februari 2021. Dengan data terbaru itu, Batam bebas dari zona merah. Sabtu, (20/02/2021) 
 
Terkait hal itu, Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad meminta seluruh masyarakat Batam untuk makin memperketat protokol kesehatan demi meminimalisir risiko terjangkit Covid-19. Dengan cara itu pula, Batam akan makin cepat menuju zona hijau.
 
"Alhamdulillah, kemarin tersisa Batam Kota yang zona merah, data per Jumat (19/2), sudah berubah statusnya jadi oranye," terangnya.
 
Lanjutnya, Dari data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Batam, total pasien Covid-19 di daerah ini mencapai 5.816 pasien. Dari total itu, sebanyak 5.574 pasien sembuh, 150 pasien meninggal dunia. "Yang masih dirawat tersisa 92 pasien. Semoga dengan cepat sembuh, kita doakan sama-sama," katanya.
 
Dari data yang sama, sudah tiga kecamatan yang menjadi zona hijau; Belakang Padang, Bulang, Galang. Kemudian zona kuning; Batu Ampar, Nongsa, Batu Aji, Sagulung. Selain itu, zona oranye; Batam Kota, Lubuk Baja, Sei Beduk, Sekupang, dan Bengkong.
 
Masing masing kecamatan, Batu Ampar tersisa tiga pasien, Sekupang 11 pasien, Sagulung lima pasien, Seibeduk 14 pasien, Batam Kota 20 pasien, Nongsa enam pasien, Lubukbaja 14 pasien, dan Bengkong 11 pasien.
 
"Batam Kota masih paling banyak pasien tersisa, dan paling sedikit di Kecamatan Batuampar. Semoga dengan cepat para pasien sembuh, dan Batam menjadi zona hijau," katanya lagi.
 
Wakil Walikota Batam kembali mengajak semua pihak kerja bersama melawan Covid-19 tersebut. Menurutnya, dengan selesainya permasalahan Covid-19 tersebut maka semua aktivitas ekonomi, sosial, dan sebagainya akan normal kembali.
 
"Mari tingkatkan kesadaran kita untuk memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas," pungkasnya.
 
 
Andi Pratama
Lebih baru Lebih lama