{[["☆","★"]]}

Mohammad Ihsan Wahyudi Beserta Istri
JATIM I KEJORANEWS.COM: Mohammad Ihsan Wahyudi nama panjangnya, biasa dipanggil Pak Yudi. Sarjana Elektronika, sudah mempunyai pekerjaan tetap sebetulnya, sebagai karyawan sebuah perusahaan retail Nasional. 

Sebagai staf dia mendapatkan gaji tetap setara UMR. Terbilang lumayan untuk ukuran penghasilan. Cukup bila digunakan menghidupi anak dan istrinya hingga datang gajian bulan berikutnya. 

Namun ketika dihadapkan pada pilihan untuk mutasi ke Papua dia bergeming. Memilih resign dari pada harus jauh dari keluarga. Tidak ada penghasilan tetap lagi yang bisa diharapkan menghidupi keluarga.

Kondisi ini mengharuskan Yudi memutar otak menemukan sumber penghasilan lain. Mandiri, itu pilihannya. Tidak lagi ikut orang karena bertepatan dengan masa pandemi Covid-19. Manalah mudah mendapatkan pekerjaan pengganti ketika masa itu. Medio akhir februari tepatnya. 

Membuka warung kopi, itu pilihan awal. Usaha yang pernah dilakukan orang tua Yudi jaman dia masih kuliah dahulu. Bergelut dengan aroma kopi sepanjang hari. Namun agak sepi mengingat pandemi. 

Tak tahan, Yudi mulai fokus pada usaha baru yang didapat berkat keterampilannya mengelas besi. Dia membuat rak bunga dari batang besi beteneser. Pinjam modal pribadi dari Kades Ali Makki, yang waktu itu baru terpilih.

Tidak perlu waktu lama mengembalikan, karena usaha Yudi berkembang sangat pesat. Pas momen banyak orang hobi menanam bunga sebagai pengalih kebosanan di rumah saat Corona melanda.

Usaha membuat rak ini berawal dari permintaan teman yang juga penjual bunga. Sebuah kesempatan berharga menurutnya, mumpung ada yang minta. Ini tidak disia-siakan. Dari ketrampilannya otodidak, dia praktek sendiri. Trial and error. Mencoba, salah, mengulang, memperbaiki hingga jadi sebentuk produk. 

Sesudah berhasil, dia mulai kebanjiran order. Karyanya dikirim hingga luar jawa. Bali, Lombok juga Sumatera adalah pulau yang menjadi sasaran pengiriman. Lewat pesanan online. Transaksi via japri WA. Pengiriman menggunakan peti kemas, lewat pelabuhan perak.

Untuk memenuhi pesanan yang makin banyak dia mempekerjakan 2 karyawan, sebuah upaya keren membuka lapangan pekerjaan. Karyawannya itu dibayar Rp.20.000 untuk sebuah Rak. Bila mau dia bisa selesaikan 10 rak sehari. Satu rak rata-rata waktu yang dibutuhkan 1 jam penyelesaian. 10 Jam akan mendapat upah Rp. 200.000. Jumlah yang sangat waw untuk pekerja kasar. 

Kini, tak hanya rak yang dia kerjakan. Teralis, pagar besi atau apapun yang berhubungan dengan las besi dia terima. Peluang yang katanya saya dilewatkan. Karena dia merasa dipercaya, jadi untuk pemesan dia akan jaga kepercayaan. Lewat kualitas pengerjaan dan ketepatan waktu sesuai perjanjian.

Dua hal yang tak boleh dia abaikan. Kualitas dan ketepatan waktu. Disamping tentu saja harga yang kompetitif. Inilah yang membuatnya terus mampu bersaing di pasar las mengelas besi.

Ingin lebih berkembang tentu saja. Kalau usahanya maju akan berdampak baik pula bagi pencari kerja. Tentu akan bisa membantu orang-orang yang sedang nganggur. Tak punya lahan pekerjaan. 

Ketika Satria Emas, Pusat Strategi dan Layanan Ekonomi Masyarakat, brand program Kabupaten Pasuruan memberi pendampingan, Yudi  semangat. 

Perizinan, sedang dia upayakan agar usahanya mampu menerobos pintu-pintu yang mensyaratkan izin usaha. Manajemen keuangan yang juga akan diberikan pendamping juga rencana akan  dipelajari, dipraktekkan. 

"Biar tidak campur pengaturan keuangan. Antara keuangan pribadi dan usaha. Apalagi musim gawat begini. Musim 'bowoh'an, nyumbang orang hajatan. Kalau tidak waspada bisa katut modal usaha," ujarnya, Senin(26/10/2020).

Begitu kata Misbakhul Munir dari Disperindag seperti saat sosialisasi pendampingan UMKM di desanya Sidogiri, Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan Jatim seperti ditirukan Yudi.

Manajemen keuangan usaha, itu yang sedang ingin dia pelajari. Agar usahanya bisa berkembang lebih maju dan sehat. Agar bisa bertahan, berinovasi memperkuat daya saing, daya jual untuk konsumsi pasar yang lebih luas. 

Yudi yang juga sekretaris BUMDES, Badan Usaha Milik Desa itu mengaku sangat tertarik dengan ilmu manajemen usaha. Karena berguna juga menyangkut jabatannya di desa itu. Pun untuk istrinya, Hani  yang juga sekretaris paguyuban UMKM Sidogiri. 

"Kalau kursus atau kuliah lagi butuh waktu dan biaya, mumpung ada kepedulian dari pemerintah, saya akan manfaatkan sebaik-baiknya," tutur Yudi berbinar.

Secercah harapan saat Musdalifah koordinator Satria Emas menyatakan, "Kami siap memanjakan UMKM," lanjunya.

Membuat Yudi berani bermimpi. Memperbesar usaha, menjadi sebuah CV atau PT, mempunyai karyawan, memproduksi beragam item barang dari las besi. Tidak hanya teralis, pagar atau rak bunga mungkin suatu saat rangka pesawat juga. Waw, mimpi boleh kan. 

Believe it can be done. When you believe something can be done, really believe, your mind will find the ways to do it. Believing a solution paves the way to solution.

David J. Schwartz, dalam buku The Magic of Thinking Big memberi tahu betapa pikiran sangat mempengaruhi tindakan.

Beirmimpi setinggi langit, mengupayakan untuk meraih. Dengan niat mulia pasti pemilik langit akan mendengar do'a-do'a. Takdir baik untuk yang tak berputus asa dengan izin Nya akan terwujud terlaksana.

(Anis Hidayatie, pernah tayang di  Kompasiana)

 
Top