{[["☆","★"]]}

Anak-anak satri
TULANG BAWANG I KEJORANEWS.COM: Relawan yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI-ACT) Kabupaten Mesuji tak tinggal diam ditengah era new normal Pandemi Covid 19. Rabu siang (28/10) relawan dari Mesuji berangkat menuju Menggala Tulang Bawang untuk melakukan kegiatan assesment sebuah Pondok Pesantren. 

Pondok Al Aminatus Sholihin yang terletak di Kampung Rengas Cendung Menggala Selatan Kota Menggala Kabupaten Tulang Bawang hingga kini belum memiliki sarana air bersih dan MCK yang memadai. Santri harus mengunjal air sejauh 50 meter dari sumur timba. Untuk urusan buang air harus menumpang dirumah warga setempat.

Ketua MRI Mesuji Indra Qurnia Rabbi mengatakan kebutuhan sumur wakaf, asrama, sarana MCK sekaligus paket nutrisi menjadi program prioritas MRI Mesuji untuk mengajak masyarakat bergotong royong membantu. Sebanyak 108 santri tengah menunggu bantuan tersebut, hal ini karena sebagian dari Santri merupakan warga dari  luar dan dalam Kota Menggala sehingga membutuhkan sarana air bersih, MCK, asrama dan sarana lainya.

Ponpes yang didirikan Ustadz Hartono tersebut sampai hari ini belum belum memiliki donatur tetap sehingga masih menggunakan dana yang patungan untuk operasional. Kondisi ini sangat memberatkan wali santri yang mayoritas bekerja sebagai buruh tani, tukang bangunan dan buruh serabutan.

"Kita akan beriktiar membantu pondok ini berupa sumur wakaf, sarana MCK, asrama, mushaf Al-Qur'an dan paket pangan. Setelah assesment selesai MRI Mesuji akan menyebarkan penggalangan dana ini melalui internet dan offline, mohon dukungan semuanya. Kalau mau bantu bisa transfer ke Rekening BNI Syariah 77 0000 525 an Aksi Cepat Tanggap," tutupnya.

(M.Sagiman)

 
Top