{[["☆","★"]]}

Dewi Rodiyah, Pembina UMKM Sidogiri
JATIM I KEJORANEWS.COM: Sejak 25 Oktober 2020 UMKM desa Sidogiri menggelar bazaar di lapangan parkir depan salah satu pesantren terbesar di Indonesia. Yang orang lazim menyebut pesantren Sidogiri dengan jumlah santri mencapai sekitar 25.000 an orang dari berbagai tempat.

Tempat yang luas memungkinkan dipakai menaruh meja dengan jarak tidak berdekatan. Ini sesuai dengan protokoler covid. Jaga jarak tidak berkerumun. Hal ini terlihat dipenuhi, meski tidak kelihatan ada pengunjung berkerumun transaksi lumayan besar.

Para pedagang mengaku banyak laku dagangannya. Dengan memasang nomor hape, pelanggan mudah menghubungi untuk kemudian pesan. 

Apalagi saat Selasa kemarin malam. Momen jelang perayaan maulid nabi Muhammad SAW menjadi catatan tersendiri bagi pelaku UMKM yang ikut bazaar. Dagangan laris manis, beberapa diantara mereka bahkan kehabisan stok.

"Enak yo onok bazar ,matur nuwon pak Inggih sama bu Inggih punya ide cemerlang. Enak ya ada Bazaar, terima kasih bapak dan ibu kades yang punya ide cemerlang," cetus salah satu pesert  bazaar. Lilik yang hari tu menjual beras  kualitas enak.

Para penjaga diminta memakai masker, demikin pula pengunjung, ada anjuran untuk itu. Inilah bazaar pandemi, tetap dengan protokol ketat namun tidak kehilangan esensi. Sesudah transaksi segera pergi. Tidak diketahui jumlah pastinya tetapi melihat senyum lebar peserta bisa dipastikan nilainya cukup besar. 

"Kami memang ingin membantu pelaku UMKM agar segera bangkit sesudah terpuruk Covid." Jelas Dewi Rodiyah, Istri kades Sidogiru Ali Maki menutup perbincangan. Rabu (28/10/2020).

(Anis Hidayatie)

 
Top