{[["☆","★"]]}
BANDARLAMPUNG I KEJORANEWS.COM:  Satuan tugas penanganan COVID-19 telah menerima perkiraan biaya uji usap(swab test) dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan(BPKP).

Usai menerima, saat ini pihak Satgas masih menantikan hasil evaluasi oleh tim dari Kementerian Kesehatan.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan dalam keterangan pers daring Senin 28 September 2020 lalu mengutarakan, estimasi harga BPKP itu, untuk yang sifatnya kontraktual sebesar Rp439 ribu per spesimen.

"Sedang untuk yang sifatnya mandiri, usulan dari BPKP sebesar Rp797 ribu,” kata Doni, jenderal infanteri bintang tiga lulusan Akmil 1985, Kepala BNPB sejak 9 Januari 2019 ini.

Menjadi kabar baik, suami dari Santi Ariviani, dan ayah tiga anak, Azzianti Riani Monardo, Reizalka Dwika Monardo, dan Adelwin Azel Monardo itu menyebut, biaya itu masih akan dievaluasi oleh tim dari Kemenkes.

"Sehingga tidak memberatkan masyarakat, tetapi juga tak merugikan pengusaha yang bergerak di bidang jasa pemeriksaan laboratorium," tuntas Doni, bekas Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional(Wantannas) itu.

Terpisah, dari Lampung, Ketua Badan Pekerja Centre for Democracy and Participative Policy Initiatives Studies (CeDPPIS), Muzzamil pun mendukung langkah Satgas.

"Kami memandang penting fiksisasi (pemastian) dan kepastian sematan tarif resmi ini. Selain standarisasi, harga per spesimen ini juga elemen penapisan dan prevensi tarif liar, sekaligus perangsang penaikan grafik-trafik testing terutama yang berbasis inisiasi mandiri warga," kata dia. 

Mengingat, relawan Jokowi yang juga berjejaring di Forum Alumni Nusantara itu menandaskan, jalur pemeriksaan Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) sebagai proses konfirmasi apakah seseorang mengidap COVID-19 dengan deteksi asam ribonukleat (RNA) dari virus SARS-CoV-2, melalui pengambilan sampel swab dari rongga nasofaring pasien, masih satu-satunya standar pengujian COVID-19 yang diakui WHO.

Aktivis 1998 ini meyakini langkah Satgas ini merupakan "jalan lurus". 

Menurut Muzzamil, jika satu dari trisula kontainmen wabah COVID-19 tersebut kedodoran, pengaruhnya bagi mitigasi risiko dan pemutusan rantai penularan serta kinerja penanganan komponen trisula lainnya karantina dan pelacakan kontak, signifikan pula.

Terkait besaran harga, dia mengambil contoh pembanding. "Data per Juni, di Rumah Sakit Sunway Medical Centre, Selangor Malaysia tarifnya Rp990 ribu. Di Amerika Serikat, biayanya 100 dollar AS atau Rp1,4 juta," beber dia.

"Standarisasi biaya tes usap ini jadi elemen penting ikhtiar penanganan," ujar siaran persnya, di Bandarlampung, Rabu (30/9/2020). "Mantap, Jenderal Doni. Lanjutkan!" serunya. 

(Muzzamil/Yusri)
 
Top