{[["☆","★"]]}
HNSI dan KUD Tarempa Tunjukan Penghargaan -
ANAMBAS I KEJORANEWS.COM : Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) dan Koperasi Unit Desa (KUD) Tarempa terima  penghargaan sebagai pelopor dalam memerangi sampah plastik melalui program pasar ikan Siantan Anambas Bebas Kantong Plastik.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ketua KUD Tarempa, Muslimin IB dan DPC HNSI KKA dari Kementerian dan Kelautan Perikanan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru oleh Agung Putra Utama selaku Koordinator Wilayah Kerja  (Wilker) Taman Wisata Perairan (TWP) Kepulauan Anambas di Sekretariat KUD Tarempa.

Sebelumnya KUD Tarempa dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) KKA melaksanakan kegiatan Deklarasi bersama menolak sampah plastik dan menerapkan aturan larangan gunakan kantong plastik (kresek) bagi pedagang dan pembeli di kawasan pasar ikan (25/08/2019).
Agung Putra Serahkan Penghargaan -


"Penghargaan diberikan kepada Pengurus DPC HNSI Anambas dan KUD Tarempa tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap keterlibatan dalam kegiatan konservasi yang ada di Kepulauan Anambas," kata Agung Koordinator Wilker TWP Kepulauan Anambas, Jum'at (13/12/19).

Menurut Agung, DPC HNSI KKA dan KUD Tarempa aktif dalam kampanyekan reduksi pengunaan kantong plastik yang direalisasikan dalam aksi nyata berupa pembagian tas belanja kepada masyarakat.

Agung menambahkan, LKKPN Pekanbaru berharap agar DPC HNSI KKA dan KUD Tarempa dapat terus meningkatkan kesadaran masyarakat dan memberikan kontribusinya terhadap kelestarian laut di Kepulauan Anambas serta menyalurkan semangatnya kepada masyarakat sekitar.

Sementara itu, Ketua Harian DPC HNSI KKA M. Yusuf mengucapkan terima kasih kepada pihak LKKPN Pekanbaru atas perhargaan yang diterima pihaknya.

"Atas nama DPC HNSI KKA dan nelayan, kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya, tentu ini bukti wujud nyata kami untuk menjaga kelestarian ekosistem laut untuk menuju kelautan dan perikanan berkelanjutan," ungkapnya.

Menurut Yusuf, terkait persoalan sampah plastik di KKA membutuhkan keseriusan dan kerjasama seluruh pihak.

"Persoalan sampah plastik adalah persoalan serius, jangan sampai banyak sampah plastik di laut nanti dari pada ikan. Sampah plastik tidak terurai dan walaupun ada yang terurai butuh waktu yang sangat lama," tutup Yusuf.

Pada kesempatan lain, ketua KUD Tarempa Muslimin IB mengatakan dengan perhargaan yang diberikan menjadi pendorong semangat pihaknya menjaga kelestarian lingkungan.

"Penghargaan tersebut menjadi semangat baru kepada kami dan rekan-rekan nelayan untuk terus konsisten menjaga lingkungan dari sampah, khususnya sampah plastik," terangnya.

Muslimin juga mengimbau agar seluruh masyarakat khususnya yang berbelanja di pasar ikan agar dapat bekerjasama dengan tidak menggunakan kantong plastik dan membawa tas belanja dari rumah.

(ARDIAN)
 
Top