{[["☆","★"]]}
RDPU Komisi III DPRD Batam Bersmama Dinas BMSDA Batam
BATAM I KEJROANEWS.COM : Kepala Dinas (Kadis) Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Yusmanur menyampaikan rencana anggaran untuk  tahun anggaran 2020 di lingkungan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air kota Batam, mengajukan sebesar Rp 310.342.306.217. Senin, (11/11/2019)

"Kemudain setelah pembahasan antara Pemko dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batam menjadi 309.238.436.697.  anggaran ini untuk pelaksanaan enam (6) program dan terdapat 41 kegiatan pada tahun anggaran 2020," terangnya.

Hal tersebut disampaikannya pada Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) pembahasan rancangan KUA PPAS dan Ranperda APBD tahun anggaran 2020, (6/11) diruang rapat Komisi III DPRD, di Batam Centre - Batam.

Lanjut, Kepala Dinas mengatakan selain APBD, juga ada di tahun 2020 tersebut rencana Dana Alokasi Khusus (DAK), dan masih dalam proses pembahasan tapi untuk sementara informasinya itu dari anggaran 309,238,436,697, terdiri dari APBDnya adalah 281.343.741.697, kemudian dana DAKnya 27.854.655.000 tapi ini masih dalam proses di tingkat pusat. 

"Sehingga total KUA PPAS pada tahun anggaran 2020, menjadi 309 milyar lebih. Dan enam (6) program terdapat 41 kegiatan, sebagai berikut; Program peningkatan administrasi perkantoran, Saran dan prasaran aparatur, Pembangunan dan peningkatan jalan dan jembatan/plantar, Peningkatan saran dan prasarana kebinamargaan, Pengendanlian banjir dan perbaikan jaringan pengairan, Pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana hinterland," tuturnya.

Menanggapi penyampaian Kadis Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Anggota Komisi III mengungkap adanya permasalahan dibeberapa titik jalan di wilayah Batam, yang perlu menjadi perhatian.

"Jalan di simpangan Barelang, pada waktu-waktu tertentu macet luar biasa. Untuk dapat diselesaikan," kata Dandis Rajagukguk, Anggota Komisi III.

"Jalan depan Pasar Melayu  yang dikerjakan oleh kementrian, perlul dikaji ulang. Dan lampu jalan di SMA 5, SMP 37, SMA 18, Flamboyan, dalam kondisi sering mati, karena di lokasi tersebut sering dijadikan tempat berbuat mesum/pacaran hingga kriminal," ungkap Muhammad Jeffry S, Anggota Komisi III

"Kami meminta data terbaru jalan di Batam, yang dikelola oleh Pemerintah Pusat, Provinsi, Pemerintah Kota (Pemko)," tutup Rohaizat, Wakil Ketua Komisi III, dihadiri oleh Ketua Komisi III beserta Jajaran Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam.



Andi Pratama
 
Top