{[["☆","★"]]}
Kapolres Natuna Memasang Perlengkapan Anggota Polantas -
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Kepolisian Republik Indonesia kembali menggelar operasi patuh seligi 2019, yang dilaksanakan selama 14 hari, mulai 29 Agustus hingga 11 September 2019.

 Operasi yang ditandai dengan apel gelar pasukan di Mapolres Natuna, dipimpin langsung oleh inspektur Apel, Kapolres Natuna, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Nugraha Dwi Karyanto.

 Dalam apel yang dilaksanakan di bawah rintik hujan tersebut, Kapolres Natuna membacakan sambutan tertulis dari kapolda Kepri, Irjen Polisi, Andap Budi Revianto.

 Dalam sambutan tertulis itu, Kapolda Kepri menyinggung mengenai penurunan angka kecelakaan lalulintas di wilayah hukum Polda kepri sepanjang tahun 2018 hingga saat ini, yang mengalami peningkatan sebesar 3 persen dibandingkan tahun 2017 lalu.

“Selanjutnya jumlah korban yang meninggal dunia selama operasi patuh seligi 2018 sebanyak 5 orang, mengalami penurunan 3 orang atau  38 persen dibandingkan tahun 2017, sebanyak 8 orang, “ kata Kapolres Natuna membacakan sambutan tertulis Kapolda Kepri pada apel gelar pasukan Operasi patuh Seligi 2019 di Mapolres Natuna, Kamis 929/8/2019) pagi.

Apel yang dihadiri para pimpinan forum koordinasi perangkat Daerah (FKPD) dan sejumlah undangan lainnya tersebut, diikuti oleh unsur TNI, Satpol PP, Damkar, Basarnas, Pegawai pemkab Natuna dan organisasi Melayu bersatu, rintik hujan yang turun membasahi bumi tidak menyurutkan peserta untuk tetap khidmat mengikuti jalannya upacara yang berlangsung lebih kurang 30 menit tersebut.

Sementara itu, untuk wilayah hukum   Polres Natuna operasi akan dilaksanakan disejumlah ruas jalan ibu kota Kabupaten. Kasat Lantas Polres Natuna, Iptu Zubaedah saat dikonfirmasi usai apel gelar pasukan Operasi Patuh Seligi 2019 di mapolres Natuna,  mengungkapkan operasi kali ini lebih di titik beratkan kepada penindakan di tempat bagi pengendara kendaraan bermotor yang tidak memiliki kelengkapan berkendara seperti helm, kaca spion, dan surat – surat kendaraan.

“Kita lebih menitik beratkan kepada penindakan terhadap pengendara yang tebukti secara kasat mata tidak melengkapi kelengkapan berkendara,” jelas Zubaedah.

Ada 8 sasaran prioritas operasi kepolisian dengan sandi patuh Seligi 2019, diantaranya, pelanggaran penggunaan Helm SNI, melawan arus,penggunaan HP saat berkendara,pelanggaran berkendara di bawah pengaruh Alkohol,melebihi batas kecepatan, berkendara di bawah umur,tidak menggunakan safety belt, dan pelanggaran penggunaan lampu rotator atau strobo.

Sementara untuk di Natuna sendiri, tambah Zubaedah lebih dititik beratkan pada 3 hal, yakni, penggunaan handphone saat berkendara, penggunaan kendaraan bermotor oleh anak dibawah umur, dan tidak menggunakan helm standar.

“Kalau kita lihat pengendara sudah menggunakan Helm, lalu motor juga pakai kaca spion ya kita tidak akan tindak, intinya penindakan berdasarkan apa yang kita lihat saat operasi, tambah Zubaedah.

Sementara untuk operasi Patuh seligi akan digelar di sejumlah ruas jalan di ibu Kota Kabupaten Natuna, dengan waktu yang tidak ditentukan.(adw)
 
Top