{[["☆","★"]]}
Ditjen IKP, Kementerian Kominfo, Septriana Tangkary
JAKARTA I KEJORANEWS.COM : Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Kemaritiman, Direktorat Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP), Kementerian Kominfo, Septriana Tangkary mengatakan gadget atau handphone tidak hanya dijadikan sebagai alat untuk bermedia sosial semata. Lebih dari itu, banyak cara dan inovasi-inovasi baru untuk memanfaatkannya di era digital saat ini.

"Dalam populasi penduduk, gadget sangat berpengaruh dan memberikan nilai ekonomi yang lebih besar. Hal itu disebabkan karena peningkatan jumlah pengguna gadget yang semakin banyak. Sehingga, setiap orang dengan mudah memasarkan produknya melalui online," terangnya.
Untuk itu, Ia mengajak para Sisternet, perempuan Indonesia tentang pentingnya pemanfaatan Usaha Kecil Menengah Perempuan (UKMP) Go Online. Melalui berbagai aplikasi di gadget, UKM Perempuan Go Online mampu memberikan nilai tambah dalam perekonomian.

"Saya mengajak supaya teman-teman memanfaatkan gadget bukan hanya digunakan untuk bermedia sosial dengan grup WA. Tapi, bagaimana bisa memberikan kontribusi yang cukup besar, memberikan nilai ekonomi untuk kita maupun keluarga, dan untuk Indonesia," katanya dalam acara Pojok Pintar Sisternet di Press Room Kominfo, (4/7) di Jakarta.

Salah satu cara memanfaatkan gadget, menurutnya bisa melalui UKM Perempuan Go Online. Belum lagi, penggunaan gadget di Indonesia sangat tinggi, yakni dari jumlah penduduk di Indonesia, lebih dari 50 persen diantaranya aktif menggunakan alat komunikasi tersebut. 

"Kita tau bahwa jumlah penduduk Indonesia mencapai 260 juta jiwa, dan sangat tinggi sekali dengan perkembangan pengguna internet kita. Pengguna internet saat ini yaitu 171 juta jiwa. Artinya, sudah melebihi daripada setengah penduduk Indonesia, dan kita cukup bangga,” ungkapnya.

"Perempuan Indonesia juga harus mengembangkan kreatifitas dan inovasi dalam bidang ekonomi. Pemerintah juga senantiasa meningkatkan nilai tambah ekonomi melalui pembangunan infrastruktur telekomunikasi," tutup Ditjen IKP Kementerian Kominfo RI.



Andi Pratama
 
Top