{[["☆","★"]]}
Pembubuhan Tanda Tangan Penolakan
Ex-officio 
BATAM I KEJORANEWS.COM : Penolakan rencana ex-officio (rangkap jabatan) Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, tiba-tiba terpampang di sejumlah spanduk yang terbentang di pagar kantor BP Batam. Kamis (9/5/2019).

Entah siapa yang memasang spanduk tersebut, namun ratusan karyawan BP Batam yang mendengar adanya kabar bahwa Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kota Batam akan melepas spanduk tersebut atas perintah Wali Kota Batam HM. Rudi. Bersiap menghadang kedatangan Satpol PP.

Sembari menanti dan siap bentrok dengan Satpol PP, karyawan BP Batam berpakaian putih dan ratusan Direktorat Pengamanan (Ditpam) membubuhkan tanda tangan di spanduk putih sepanjang 200 meter yang dibentang di depan Kantor BP Batam.
Karyawan BP Batam Bubuhkan Tanda Tangan


Pembubuhan tanda tangan ratusan karyawan tersebut diiringi dengan orasi dari perwakilan karyawan dan mantan karyawan BP Batam serta perwakilan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Suara Rakyat Keadilan (SRK).

Menurut seorang perwakilan BP Batam, seluruh  karyawan BP Batam tidak ingin BP Batam dipimpin oleh Wali Kota Batam karena saat ini BP Batam telah bekerja sesuai dengan koridor.
Karyawan BP Batam Bentangkan Spanduk
Tolak Ex Officio


Hal yang sama diungkapkan oleh Akhmad Rosano Ketua Umum DPP LSM SRK, dalam orasi nya kepada karyawan BP Batam pihaknya bukan membela BP Batam, namun sebagai elemen masyarakat yang mengerti hukum dirinya tidak ingin Wali Kota ex-officio sebagai Kepala BP Batam karena belum adanya payung hukum untuk itu.

Selain itu, menurut Rosano saat dilantik dahulu HM. Rudi disumpah dan berjanji  untuk menjadi Wali Kota Batam bukan menjadi Kepala BP Batam.

" BP Batam ini lembaga profesional ibarat air, dan Pemko Batam itu lembaga yang lahir atas pergolakan politik atau minyak, sehingga tidak mungkin minyak dan air disatukan. Kami sebagai elemen masyarakat juga tidak ingin nanti kantor BP Batam dipenuhi oleh orang-orang politik." Ujar Rosano.

" Karyawan BP Batam harus menjaga marwah, jangan sampai spanduk -spanduk itu diturunkan oleh Satpol PP, karena ini di halaman kantor kita. Saya sebagai pensiunan BP Batam juga tidak setuju Satpol PP mendatangi rumah kita, " ujar Supraptono Sekretaris LSM SRK dihadapan karyawan BP Batam.

Kami siap ! ujar ratusan karyawan.

Sementara itu, Moldi Arnol Timisela mantan karyawan BP Batam menyampaikan apresiasinya atas kekompakan karyawan BP Batam. Menurutnya ia juga tidak setuju jika BP Batam di bawah pimpinan Wali Kota.

"  Saya salut dengan kekompakan kawan2 semua, seharusnya atasan-atasan BP Batam juga turun menyemangati, " ujar Moldi.

Rdk
 
Top