{[["☆","★"]]}
MoU dClinic International dan RSBP Batam
BATAM I KEJORANEWS.COM : Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam dan dClinic International melakukan MoU dalam pelayanan kesehatan. Kamis, (23/05/2019)

Dalam pemaparannya Direktur RSBP Batam dr. Sigit Riyarto menyampaikan kerjasama perusahaan jasa kesehatan berbasis teknologi informasi, dalam pelayanan kesehatan.

"Nantinya kami berbagai ruangan, Sumber Daya Manusia (SDM), Informasi dengan dClinic ini, dan tentunya semua dalam koridor peraturan yang berlaku," terangnya.

Sambung, dr. Sigit mengatakan pelayanan kesehatan ini berada dalam suatu aplikasi-aplikasi atau sistem informasi/Blockchain, dengan cara tersebut pasien akan dipermudah dengan terdapatnya data-data kesehatannya yang tersimpan dalam aplikasi.

"Setiap pasien yang akan berobat mempunyai informasi yang lengkap, dia pernah berobat dimana, sama dokter siapa, dan obatnya apa. Jadi, ini berguna tidak hanya mengobati tapi juga untuk mendeteksi dan pencegahan serta meningkatkan kesadaran akan kesehatan di masyarakat," tutupnya yang tahun ini taget capaian RSBP Rp120 Milyar, meningkat dari tahun tahun lalu senilai Rp 100 Milyar.

Di tempat yang sama, CEO dClinic International, dr. Richard Satur mengatakan melalui kerjasama ini, mempersatukan perusahan-perusahan pelayanan kesehatan melalui teknologi informasi blockchain.

" Kami ingin menunjukkan pada dunia bahwa bagaimana Blockchain dapat dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan dengan hasil yang proaktif dan positikf bagi pasien khusunya di seluruh Indonesia, dan dalam tiga bulan kedepan kita sudah mulai operational," jelasnya.

Kepala BP Batam, Edi Putra Irawady menambahkan apa yang dilakukan BP Batam, merupakan yang pertama dan tonggak sejarah di mana  Rumah Sakit mengembangkan pelayanan kesehatan melalui inovasi, serta meningkatkan efesiensi di bidang pelayanan kesehatan.

"Selama ini kan kita bergantung pada manufactur, perdagangan, tapi sekarang bagaimana mengembagkan jasa-jasa seperti ini yang mana akan menjadi nilai tambah dan bermanfaat bagi ekonomi masyarakat Batam itu sendiri kemudian ekonomi nasional," pungkasnya.



Andi Pratama
 
Top