{[["☆","★"]]}
Sarasehan ATHG di Singkep Selatan
LINGGA I KEJORANEWS.COM : Bupati Lingga Alias Wello meminta masyarakat Kecamatan Singkep Selatan untuk menjaga kerukunan dan kondusifitas Lingga. Hal disampaikan Yusrizal Assisten II Pemkab Lingga dalam sarasehan dengan tema harmonisasi antar etnis guna antisipasi pencegahan ATHG menjelang Pileg dan Pilpres yang digelar Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik  ( Kesbangpol) Lingga di halaman kantor Camat Singkep Selatan (Singsel). Kamis (28/2/2019).

Apalagi menurut Yusrizal,  dalam tahun politik tingkat gesekan dan konflik dalam masyarakat mudah sekali bisa terjadi jika masyarakat tidak saling menghargai dan menahan diri terhadap isu yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
Para Narasumber


" Saya mewakili Bupati Lingga yang berhalangan hadir, karena pada hari yang sama ada kegiatan di Batam, yaitu pertemuan dengan Mendagri Cahyo Kumolo, Gubernur Kepri dan para Gubernur se-Sumatera serta Bupati dan Walikota se Provinsi Kepri. Salam dari bapak Bupati Lingga yg tidak bisa hadir bersama kita dan beliau minta kepada masyarakat Singkep Selatan untuk menjaga kerukunan dan kondusifitas Lingga." Ujarnya Yusrizal yang juga selaku narasumber di kegiatan.

Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Lingga Zulyadin menyampaikan bahwa pelaksanaan pesta demokrasi tinggal 48 hari dan saat ini sedang pada tahapan masa kampanye.

" Jangan sampai selesai Pemilu ini banyak jatuh korban karena berkelahi antar tetangga, adek -beradik, kawan apalagi sampai bisa perceraian suami isteri. Orang yg diperjuangkan menang, kita yang disini hancur babak belur. Hindari hal itu maka di kegiatan sarasehan ini akan banyak dialog dengan peserta, " ucap Zul yang sudah cukup berpengalaman di komisioner KPU ini.

Indra narasumber dari Kesbangpol Provinsi menyampaikan bahwa Pemilu kali ini cukup berat dirasakan karena pengaruh penggunaan HP atau gadget.

" Hampir setiap saat Media Sosial men-share berita yg kita tidak tahu apakah benar atau salah (hoax). Maka berhati hatilah. Kalau orang punya pepatah, mulutmu adalah harimaumu, namun pada saat ini beda, telunjukmu harimaumu. Salah share hukum menunggumu, " Kata Indra.

Ditambahkan Indra Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) 

Dikatakan Indra,  ATHG bukan hanya tanggung jawab kepolisian/keamanan dan aparatur pemerintah saja tapi juga semua masyarakat.

" Gunakan hak pilih dengan sebaiknya, karena salah satu bentuk pengabdian dan rasa cinta tanah air adalah melalui ke ikutsertaan kita untuk memilih pada17 April nanti. Hal ini karena, Bagaimana kita ingin merubah nasib bangsa ini kalau kita sendiri tidak menggunakan hak pilih kita, " terang Kasubbid Ormas ini. 

Lanjutnya lagi, bahwa petuah orang tua  dulu pernah mengajarkan tentang kearifan lokal seperti Gurindam 12 yang cukup dikenal di kalangan budayawan Melayu dan saat ini mulai dikaji kembali karena banyak sekali pelajaran untuk kita generasi milineal.terutama tentang kehidupan berbangsa dan bernegara.

" Salah satu contohnya, kalau raja bermufakat dengan menteri ibarat kebun berpagarkan duri. Keputusan diambil berhati panas, hasilnya tidak akan pantas. Kalau hidup suke mufakat, niscaye runcing kan jadi pepat. Makna yang cukup dalam jika kita kaji, " urai Indra.

Sementara Sabirin Plt Camat Singkep Selatan saat memberi pengantar penutup menyampaikan  agar masyarakat menjadi pemilih cerdas agar melahirkan pemimpin yang berkualitas dan berintegritas. Menurut Sabirin, perbedaan merupakan hal yang biasa di kancah politik.

Moderator acara ini adalah, Darmawan Kabid  Kesbangpol Lingga yang sekaligus mewakili H. Armea Kepala Badan Kesbangpol Lingga.

Peserta yang hadir adalah pengurus FKDM, FPK, FKUB, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat setempat yg berjumlah 100 orang.


Mardian
 
Top