{[["☆","★"]]}
Lionardo
ANAMBAS I KEJORANEWS.COM : Pemilihan Umum 2019 baik pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta pemilihan Legislatif tinggal 3 bulan lagi.

Di setiap daerah kabupaten / kota saat ini  tercatat ada ratusan orang dari berbagai latar belakang profesi telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat sebagai calon legislatif (Caleg).

Tapi apakah para Caleg tersebut bertujuan untuk mengabdi atau hanya mencari kerja untuk menghidupi dirinya dan keluarganya? 

Dari pandangan penulis seorang Caleg yang hanya mencari pekerjaan dikuatirkan akan menjadi legislator  atau wakil rakyat seperti berdagang sehingga apa yang diperbuatnya akan menjual atau memperdagangkan daerahnya. Karena Caleg ini saat mendaftar menjadi dewan untuk mencari nafkah rela mengorbankan apapun dan menjual apapun demi tujuannya tersebut.

Berbeda dengan seorang Caleg yang bertujuan untuk mengabdi. Caleg ini biasanya telah memiliki semua fasilitas kebutuhan hidupnya sehingga ia menjadi wakil rakyat bertujuan hanya untuk memajukan daerah dan rakyat yang ia wakili.

Terkait hal itu solusi nya dalam menentukan Caleg tetap ada pada para pemilih sendiri.

Sebagai pemilih harus cerdas dalam menseleksi mana calon legislator yang akan dipilih dan menjadi pujaan hatinya.

Berikut solusi menurut penulis yang mungkin bisa dijadikan referensi : 1.  Berusaha mengetahui profil si Caleg apakah Caleg tersebut sudah berkecukupan. 2. Berusaha mengetahui track record si Caleg di lingkungan masyarakat baik atau buruk. 3. Berusaha mencari tahu program visi dan misi si Caleg. 4. Mensinkronkan visi dan misi si Caleg apakah sesuai dengan tugas dan fungsi sebagai legislator, jika tidak sesuai maka jelas bahwa si Caleg tidak kompeten dan tidak pantas untuk dipilih.


Lionardo
 
Top