{[["☆","★"]]}
Letak Batam Berhadapan Dengan Negara Malaysia dan Singapura (doc google)
BATAMIKEJORANEWS.COM : Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Edy Putra Irawady dari pandangannya Batam ini Geopolitik maupun Geoekonomi dan Tata letak, serta Peradaban, Batam tetap menarik orang. Sabtu, (12/01/2019)

"Dari segi Tata letak, saya mau masuk pasar besar Indonesia ini, untuk bersaing sama Malaysia, saya buka dulu di Batam, dan kemudian negara seperti Singapura, Malayasia dan Thailand sudah tidak mau lagi mengerjakan yang namanya Industri Manufaktur, lebih ke Services. jadi yang dilirik tetap Batam," ungkapnya.

Menurutnya, saat ini dimana industri manufaktur seperti Malaysia perkapitanya sekitar 1600 Dollar, dan Indonesia sekitar 800 Dollar per-Tahun, karena manufaktur sudah diserahkan kenegara lain, seperti Vietnam. Dan negara tersebut  hanya memegang services supaya nilai tambah pekerjanya mahal.

"Kemudian negara-negara yang tidak punya Informasi Transaksi Eletronik (ITE), dan dia mau bersaing sama yang punya ITE dan bikinnya di Batam. Untuk itu kontribusi Batam harus signifikan, bagaimana kita membuat Batam great lagi, kita jaga Batam ini dengan meningkatkan kualitasnya," terangnya seusai Sertijab (09/01) di Gedung BP Batam, Batam Centre - Batam.

Ia menambahkan, ada beberapa kekayaan Negara yang dikelola BP Batam, diantaranya, Pelabuhan, Bandara, Rumah Sakit,  artinya ini ada aturan, dan BP Batam itu mempunyai tanggung jawab berdasarkan Undang-Undang.

"Bagaimanapun Batam ini adalah Selling Point Ekonomi, Jadi, kuncinya adalah akuntabilitas, transparan dan good gavernment, tatakelola yang baik. " pungkas Edy Putra Irawady yang sebelum menjabat sebagai Deputi Perniagaan Industri dan Ketua Indonesia National Single Window (INSW). (*)





(atm)
 
Top