{[["☆","★"]]}

ANAMBAS I KEJORANEWS.COM : Selain masalah harga ikan Napoleon yang turun dari harga normal, nelayan budidaya ikan Kerapu, Napoleon dan kakap di Kecamatan Siantan Tengah juga  mengeluhkan bantuan Provinsi yang tidak sesuai peruntukan dan juga sulitnya mengurus izin penjualan ikan budidaya. Senin (17/12/2018).

  "Kami sudah bekerja puluhan tahun untuk budidaya ikan Napoleon, kerapu dan lainnya namun harga ikan Napoleon kini turun, dari 170 dollar US menjadi 90 perdollar US. Selain itu setiap tahun, aturan untuk menjual Napoleon dari KKP Pusat semakin sulit. Izin jual Napoleon diberikan pertahun, Jadi tahun depan izinnya akan diperpanjang lagi, ini salah satu bentuk nyata semakin susahnya berwirausaha di bidang nelayan budidaya." Tandas AW Nelayan Budidaya yang tidak mau disebutkan namanya, dengan alasan takut diintervensi oleh instansi terkait.

Hal yang sama disampaikan oleh RH, yang juga seorang pembudidaya ikan. Ia menyampaikan bahwa Anambas adalah  jalur pelabuhan yang ditetapkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan untuk budidaya ikan nmaun malah di sektor ini menjadi kemunduran pendapatan bagi nelayan budidaya. 

" Anehnya, bantuan yang berasal dari Provinsi untuk kelompok budidaya berupa ikan bawal bukan ikan kerapu tiger atau kerapu merah, padahal ikan bawal tidak masuk dalam kategori ikan yang dibudidayakan oleh masyarakat Kepulauan Anambas, "ujar RH.

Sampai berita ini dinaikan, tim kejoranews, belum bisa menghubungi kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Anambas.


Lionardo
 
Top