{[["☆","★"]]}
PAHMUDDIN, Ketua PB-HMI Bidang PSDA
JAKARTA I KEJORANEWS.COM : KNPI oh KNPI, payung yang dulunya kokoh tempat bernaung oleh alumnus OKP cipayung yang dalamnnya ada HMI, IMM, PMII, PMKRI, GMKI, GMNI.  Kini tak ubahnya pasar malam, hilanglah sudah cita-cita awalnya dengan budaya perpecahan yang mereka rawat pada tubuh orang yang bergelut didalamnya.

Saat ini dengan melalui pejalanannya yang panjang malah memperlihatkan sikap kekanak kanakannya, di mana budaya dualisme menjadi hal yang lumrah, lihat saja KNPI yang dipimpin Muhammad Rivai Darus, menuai perlawanan sosok Fat Arafik yang tidak menerima realitas politik.

Ingat di masa kecil dahulu jika ada yang membuat kita pada teman sepermainan maka kita sangat gampang memilih ngambek, tetapi ngambeknya hanya sementara waktu saja, esok harinya kembali membaik seperti biasanya, itulah memori yang hampir semua manusia alami, kok para calon pemimpin bangsa yang terhimpun di KNPI Pusat mempertontonkan sikap yang lebih akut dari sikap kekanak-kanakannya.

Melihat mereka yang berseteru sampai detik ini sangat jauh dari kriteria tokoh pemuda yang dahulu dicontohkan oleh Seokarno dan Sutan Syahrir.


KNPI kini  menjadi pasar malam yang semrawutan, tidak bisa dipungkiri KNPI selalu menuai polemik karena terlalu lemah dalam memperipikasi OKP yang semestinya tidak relevan untuk bernaung di bawah payung KNPI. Lihat saja, sayap Parpol menjadi bagian dari setiap kepentingan politik, dengan itu sangat merusak tatanan yang sejak awal menjadi nafas perjuangan KNPI.

 Sudah saatnya KNPI berbenah, kembali pada ruh perjuangannya yang lebih awal, kita ambil saja penggalan  ‘Warna daun muda yang menggambarkan generasi muda harapan bangsa dan sifat pemuda itu sendiri yang penuh optimis dan harapan.

Sungguh mulia makna dari kalimat itu, di mana optimisme itu redup perlahan-lahan. KNPI yang awalnya menyengat urat nadi pemuda kala itu, saat ini hambar malah mengundang perasaan marah jika kita mencoba mengenang kata 'KNPI adalah wadah pemuda, dan warna coklat yang berarti ‘Manusia/Bumi Indonesia’ manusia yang dimaksud adalahmanusia yang punya cara pandang keindonesiaan yang jauh lebih baik dari kondisi sebelumnya, wadah pemuda yang sungguh-sungguh bernaung di bawah bendera KNPI. Tidak memandang siapa,agamanya apa, etnisnya apa, tetapi menjadikan Bumi Indonesia ini menjadi payung Agung segenap pemuda Indonesia.

Cipayung orginal sebaiknya berkumpul untuk merumuskan standar khusus untuk KNPI berkongres, saya tidak mau menyoal anggaran kongres KNPI yang jumlahnya 9,8 miliar di prov. Aceh. Kita berharap ada perubahan yang lebih baik dari KNPI pusat tersebut.

Lihatlah kondisi kantor KNPI jl. HR. Rasuna Said jakarta selatan. yang sampai saat ini dililit police line sebagai teguran keras atas konflik sesama fungsionaris KNPI. Tidak sepatutnya police line itu terpasang lebih dari tiga hari, karena itu menggambarkan tidak adanya rasa malu oleh pemilik kantor pemuda tersebut, seharusnya budaya malu itu hadir di semua urat nadi pemuda yang tertulis di dalam SK. Pengurus yang telah diambil sumpahnya dikala pelantikan.

Di akhir tahun 2018 tepatnya November ini kita sontak membaca opini dua tempat Logo KNPI yang sama ingin berkongres, kita sadari bersama bahwa yang berhak melaksanakan kongres KNPI itu yang terpilih secara sah pada kongres KNPI yang lalu, bukan perusuh yang mendua hatinya dan mendua pikirannya soal struktural. 

Saya berharap Abdul Asiz yang aklamasi dalam forum tersebut bijak untuk bersama malangsungkan kongres KNPI yang berkualitas yang akan dilaksanakan di Aceh dalam waktu dekat.

Saya sebagai kader HMI yang sungguh sayang akan KNPI.  berharap hanya satu tempat Berkongres. Kubu Muhammad Rivai Darus, dalam waktu dekat jika kongres KNPI di Aceh sebaiknya ada standar yang harus dipertimbangkan
pertama:  Kemenpora wajib Tegas, jika tidak menyatu maka sebaiknya dibekukan saja.
Kedua, pemerintah Provinsi Aceh membatalkan ijin dan bantuan atas terlaksananya Kongres KNPI yang diagendakan akhir tahun 2018. Jika tidak ada penyatuan. 
Ketiga, cipayung harus keluar dari KNPI jika pelaksanaan tidak ada niat baik bersama untuk menyatu. 

Terakhir saya berharap ada forum khusus untuk menertibkan OKP yang hanya nampak disaat Momentum Kongres tiba. Sama halnya dengan organisasi sayap Parpol sebaiknya dikeluarkan dari KNPI. Jika ke empat poin tersebut tidak lagi bisa di indahkan, maka wajib ada pengakuan secara tertulis dari semua calon ketua umum untuk dijalankan setelah terpilih, Nur Fajriansyah, Haris Pertama dan Jekson wajib menhadirkan niat baiknya. KNPI wajib menjadi laboratorium pemimpin bangsa seperti yang dicita-citakan para pendirinya.

PAHMUDDIN 
Ketua PB-HMI Bidang PSDA
 
Top