{[["☆","★"]]}
Oke Nurwan saat Sampaikan Pidato Sambutan
BATAM I KEJORANEWS.COM : Kementerian Perdagangan Indonesia, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Oke Nurwan menyampaikan bahwa Neraca Perdangan Indonesia pada bulan November 2018 diperkiraan devisit  sampai 2,1 miliar dollar US dikarenakan perekonomian dunia yang kurang kondusif.

Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Sosialisasi Peluang Memasuki Pasar Amerika Serikat, yang dihadiri oleh Kepala BP Batam, Asisten Pemerintahan & Kesra Batam, Kepala Perwakilan BI Kepri,  Ketua HKI, Ketua Kadin Batam beserta pelaku usaha, di Radisson Hotel, Sekajadi - Batam. Senin (10/12/2018).

"Saat ini perkembangan perekonomian dunia yang kurang kondusif/mendukung, di mana adanya ketidak pastian akibat adanya perang negara, dan sebagainya. Khususnya hubungan Amerika serikat dengan China," ungkapnya.

Dengan memanfaatkan pasar Amerika Serikat ditengah tengah kondisi kurang mendukung, dan menjaga strategi peluang ekspor, import ke Amerika Serikat tetap terbuka bagi Indonesia.

Untuk itu yang akan dibahas dalam sosialisasi, bagaimana menangkap peluang dari tantangan menjadi sebuah peluang, dimana yang tadinya tidak kondusif diupayakan menjadi kondusif.

Ia mengungkapkan, pada saat ini posisi negara mengalami berbagai kendala salah satunya devisit neraca perdagangan dan neraca keuangan, dari devisit neraca perdagangan, selama tahun 2018,  di bulan November perkiraanya sampai 2,1 Milyar Dollar, dengan akumulasinya sampai 7,1 Miliar Dollar.

"kami dari Pemerintah pusat, akan terus selalu bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, BP Batam, Asosiasi Kadin, Kawasan Industri, inilah yang kita harapkan dari Pemerintah mengelola Batam menjadi salah satu tulang punggung dalam perekonomian negara. Menjadikan pintu masuk melalui Batam, untuk menangkap peluang-peluang yang ada di Amerika Serikat," pungkasnya. (*)

(atm)
 
Top