{[["☆","★"]]}
Kepala BP Batam Menyampaikan Kinerja Tahunan 2018
BATAMIKEJORANEWS.COM : Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita D Tuwo menyampaikan capaian PNBP 2018 naik 15% diperoleh sebagian besar dari pembayaran UWT dan pendapatan di Pelabuhan. Rabu, (26/12/2018)

Tingkat pertumbuhan Pendapatan Negara Bukan Pajak  (PNBP), di Tahun 2017  dengan realisasi 1.51% sebesar  RP 974.092.845.744, dan target pada tahun 2018 naik 15% sebesar Rp 1.217.735.000.000.

"Pada pencapaian target 2018, kita naik dari sisi realisasi 2017 sekitar 25,97%  senilai Rp 1.227.98 Milyar. Target sudah tercapai, kenaikannya pun cukup tinggi dari hasil pembayaran UWT dan pendapatan di pelabuhan, kenaikan PNBP yang cukup signifikan dengan capaian tahun lalu," ungkapnya.

Hal tersebut disampaikan pada pertemuan Kinerja Tahunan 2018 dan Rencana Kerja Tahunan 2019 BP Batam. Dalam Pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) BP Batam 2018, dan dihadiri oleh Deputi, Direksi BP Batam, di Gedung BP Batam, Batam Centre - Batam.

Dan untuk tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat pertumbuhan ekonomi Batam secara keseluruhan target 2018  sebesar  4,5%, dengan capaian 4,24% (Tw3), "kami berharap pada Tw4 ada kenaikan 4,3% sampai 4,5% angka pertumbuhan ekonomi," terang Lukita.

Capaian Indikator Kinerja Utama BP Batam Tahun 2018


Selanjutnya, investasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada kawasan pengusahaan, realisasi pada Tahun  2017 sebesar US$ 592,9 Juta, dan target investasi PMA pada Tahun 2018 sebesar US$ 500 Juta.

Terkait realisasi investasi PMA tahun 2017, Lukita menjelaskan, capaian itu sebetulnya adalah revisi dari pada realisasi yang selama ini disampaikan, setelah di chek lagi pendataannya ada investasi sebesar US$500 juta yang sebetulnya itu ada diluar pengawasan pengelolaan BP Batam.

"Dengan realisasi seperti itu maka secara proporsional target kami sesuaikan menjadi US$ 500 juta di Tahun 2018 dan capaian hingga bulan Juli 2018 investasi PMA sebesar US$ 391,8 juta. Yang mana capaian itu sejak dilaksanakan OSS, dan kami kesulitan mengakses data yang secara terpusat terkirim ke central OSS (pelaksanaan OSS data belum dapat diakses)," pungkasnya. (*)





(atm)
 
Top