{[["☆","★"]]}
BATAM|KEJORANEWS.COM : Hari Ulang Tahun (HUT) Polairud Polda Kepri ke 68, tahun ini bertemakan "Dengan Semangat Promoter Polairud Siap Mengamankan Pemilu 2019 Dalam Rangka Mendukung Pembangunan Nasional". Selasa, (04/12/2019)

Pada acara syukuran tersebut dihadiri oleh, Kapolda Kepri, Kasrem 033/WP, Danlantamal IV Tanjung Pinang (diwakili), Danguskamla Armada I (Diwakili), Ka Kantor Bakamla Zona Maritim Barat, Kepala BC Batam, PJU Polda Kepri, Dan tamu undangan lainnya, di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, Nongsa - Batam.

Saat ini Korpolairud Baharkam Polisi Republik Indonesia (Polri), berkekuatan 67 unit armada kapal patroli dengan 9 pesawat terbang dan 46 Helikopter.

Sedangkan untuk menjaga perairan laut di wilayah hukum Polda Kepri, armada air yang dimilikii Ditpolairud Polda Kepri sebanyak 28 unit yang terdiri berbagai jenis baik C1, C2 dan C3, termasuk kapal cepat datar ( RIB : rigit inflatable boat ) maupun Longboat dan Amphibi.

Dengan luas wilayah Kepri sebesar 253.617 Km2, dimana 96 % nya perairan dan letak geografisnya merupakan wilayah perbatasan negara, yaitu dengan Singapura, Malaysia, Vietnam dan Thailand.

Maka Dit Polair Polda Kepri harus mampu mengeleminir berbagai potensi kerawanan yang ada seperti illegal fishing, People smuggling, illegal logging, penyelundupan dan kejahatan lintas batas negara.

Didalam penggelaran operasional, Ditpolairud Polda Kepri menetapkan sistem zonanisasi pengawasan terhadap wilayah perairan menjadi 6 zona, meliputi :

Zona 1 : Batam ( Dermaga Unit Belakang Padang )
Zona 2 : Tanjung Balai Karimun ( Dermaga Unit Kolong / Selat Beliah )
Zona 3 : Moro ( Dermaga Moro )
Zona 4 : Tanjung Pinang dan Bintan ( Dermaga Tanjung Pinang )
Zona 5 : Lingga ( Dermaga Jagoh )
Zona 6 : Anambas dan Natuna

Khusus zona 6 dan hotspot di Tanjung Berakit di Back Up dg kapal BKO dari Korpolairud Baharkam Polri, terdiri dari : KP Baladewa, KP Kedidi dan KP Hayabusa.

Selama tahun 2018, tercatat Keberhasilan Dit Polair didalam pengungkapan perkara dari bulan Januari sampai awal Desember,  sebanyak 58 kasus yang terdiri dari :

1. Illegal fishing kapal ikan asing (KIA) : 11 Kasus
2. Pemalsuan surat ijazah kelautan : 9 Kasus
3. Pelayaran : 7 Kasus ( Kapal tanpa SIB )
4. Kepabeanan : 6 Kasus ( Pengiriman Barang keluar Batam )
5. Migas : 5 Kasus ( Kirim BBM ilegal )
6. Pekerja migran ilegal ke Malaysia : 5 Kasus
7. Ilegal Logging : 2 Kasus
8. Karantina : 2 Kasus
9. Pencurian : 2 Kasus
10. Perdagangan : 1 Kasus ( Bawang illegal dari Malaysia )
11. Perikanan : 1 Kasus
12. Lingkungan Hidup : 1 Kasus
13. BKSDA : 1 Kasus
14. Telekomunikasi : 1 Kasus
15. Laka kerja : 1 Kasus
16. Handak : 1 Kasus
17. Penggelapan : 1 Kasus
18. Minerba : 1 Kasus.

Ditpolairud Polda Kepri, kedepan diharapkan dapat bekerjasama dengan baik, dalam mewujudkan kondisi Kamtibmas Kepri yang aman, damai dan kondusif, utamanya diwilayah perairan.





(Humas/atm)
 
Top